SuaraBandungBarat.Id - Seorang pramugari membeberkan kisah di balik pekerjannnya dulu yang ternyata penuh perjuangan.
Tentu, tidak hanya dituntut untuk selalu mengenakan pakaian dan sepatu tertentu, ia juga dilarang naik berat badan.
Anna Hodd adalah seorang wanita yang pernah menjadi pramugari untuk maskapai asal Amerika Serikat.
Ia bergabung dengan maskapai tersebut ketika masih berusia 21 tahun dan lulus dari perguruan tinggi pada tahun 1976.
Setelah beberapa lama di sana, ia memilih untuk meninggalkan pekerjaannya.
Hal itu karena dia menganggap apa yang didapat tidak sebanding dengan pengorbanannya.
Dikutip dari laman Insider, Kamis (9/6/2022), memang ada beberapa pekerjaan yang memiliki aturan yang tidak hanya ketat, tapi juga terkesan kejam.
Menurut wanita ini, pramugari adalah salah satu dari sekian pekerjaan tersebut.
"Setiap maskapai memiliki referensi masing-masing untuk rekrutmen karyawan. Walaupun begitu, untuk menjadi pramugari, pasti dilihat dari kecantikan, tinggi badan, dan berat badannya," ungkap Hodd.
Baca Juga: Habib Kribo Sebut Najwa Shihab Pilih-pilih Orang untuk Dikritik: Rizieq Shihab Tak Pernah
Sejak awal, sudah ada aturan terkait pakaian apa yang bisa dipakai, sepatu mana yang harus dikenakan, hingga perkara warna bibir.
"Kami tidak bisa memakai lipstik sesuka kami. Ada aturan tentang itu dan jika warnanya terlalu pucat dan tidak menarik, taruhannya adalah pekerjaan kami," jelas Hodd.
Sementara itu, terkait alas kaki, setiap pramugari wajib memakai heels, termasuk untuk perjalanan panjang.
Hodd menceritakan bahwa ia pernah memakai heels selama 14 jam ketika bertugas dalam penerbangan menuju Kairo, Mesir.
Namun hal yang paling menyiksa adalah aturan terkait berat badan. Para pramugari dilarang menaikkan berat badan.
Mereka harus memiliki berat maksimal sekitar 120 pound atau 54 kg.
Berita Terkait
-
Megawati Mewanti-wanti Kader Soal Dansa-dansa Politik, Pengamat: Ditujukan ke Ganjar
-
Puan Maharani Diteriaki 'Presiden' oleh Emak-emak Meski Elektabilitas Anjlok, Cuma Jawab: Alhamdulillah
-
Survei Charta Politika: Elektabilitas Ganjar Pranowo Jauh di Atas Puan Maharani
-
Jadi Anak Kos di Partai Sendiri, Elektabilitas Ganjar Pranowo Meluncur Deras Jauh Tinggalkan Puan Maharani
-
Kacau! PDIP Salah Taktik, Elektabilitas Ganjar Pranowo Malah Naik Usai Jadi 'Anak Kos' di Partai Sendiri
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Atasi Antrean BBM di Riau, Pertamina Perpanjang Layanan SPBU hingga 24 Jam
-
Mendagri Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Danantara-Pemprov DKI Jakarta Percepat Pembangunan PSEL
-
Bupati Rudy Susmanto Bela Warga, Minta Tambang Berizin di Wilayah Bogor Barat Segera Dibuka
-
Masih Bekerja Tapi Ingin Cairkan JHT? Ini Syarat Berkas Pencairan BPJS Ketenagakerjaan
-
Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029
-
Promo Indomaret Terbaru Mei 2026: Diskon Camilan hingga Produk Perawatan
-
Fergie Brittany Totalitas, Pakai Belatung Asli dan 10 Topeng untuk Film Ain
-
Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?