/
Jum'at, 30 September 2022 | 11:43 WIB
Pemberontakan G30S atau Pemberontakan Gerakan 30 September 1965 diingat setiap September. Dalam pemberontakan itu sebanyak 7 perwira diculik dan dibunuh dengan mengenaskan. (Suara.com)

Mayjen R Soeprapto pernah mengikuti pendidikan Akademi Militer Kerajaan Bandung. 

Namun ia harus berhenti lantaran ada pendaratan Jepang di Indonesia.

Setelah itu, Mayjen R Soeprapto masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). 

Ia telah beberapa kali turut merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap saat awal kemerdekaan Indonesia.

3. Mayjen MT Haryono

Mayjen MT Haryono menjadi salah satu pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI. Ia lahir di Surabaya pada 20 Januari 1924.

Sebelum di dunia militer, Mayjen MT Haryono mengikuti Ika Dai Gaku yakni sekolah kedokteran di Jakarta. Kemudian ia bergabung dengan TKR pangkat mayor.

Mayjen MT Haryono sempat menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia dan menjadi Atase Militer RI untuk Belanda pada 1950.

4. Mayjen S Parman

Baca Juga: Rizky Billar Segera Dipanggil Polisi Buntut Dilaporkan Lesti Kejora Kasus KDRT

Pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI selanjutnya adalah Mayjen S Parman. Ia lahir di Wonosobo pada 4 Agustus 1918.

Mayjen S Parman pernah dikirim ke Jepang untuk belajar ilmu intelijen ke Kenpei Kasya Butai. 

Setelah proklamasi, Mayjen S Parman mengabdi kepada Indonesia di bidang militer.

5. Brigjen DI Panjaitan

Brigjen DI Panjaitan menjadi salah satu pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI. Ia lahir di Balige, Tapanuli pada 9 Juni 1925.

Brigjen DI Panjaitan pernah mengikuti pendidikan Militer Gyugun saat Jepang menjajah di Indonesia. 

Setelah merdeka, Brigjen DI Panjaitan membentuk TKR dan kariernya di bidang militer pun semakin cemerlang.

Terakhir, ia diangkat sebagai Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat. 

Brigjen DI Panjaitan sempat ditugaskan belajar ke Amerika Serikat.

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI selanjutnya yakni Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. Ia lahir pada 28 Agustus di Kebumen.

Mayjen Sutoyo pernah mendapat pendidikan di Balai Pendidikan Pegawai Tinggi Jakarta saat pendudukan Jepang. 

Ia pun menjadi pegawai negeri di Kantor Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Mayjen Sutoyo masuk TKR dan menjadi anggota Korps Polisi Militer. 

Pada tahun 1961, ia diangkat sebagai Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat.

7. Lettu Pierre A Tendean

Lettu Pierre A Tendean lahir di Jakarta, 21 Februari 1939. Ia lulus Akademi Militer jurusan Teknik pada 1962.

Lettu Pierre A Tendean pernah menjabat sebagai Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2 Komando Daerah Militer II/Bukit Barisan Medan. 

Ia juga pernah diangkat sebagai ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jenderal Nasution.

Sumber: suara.com

Load More