SuaraBandungBarat.Id - Tragedi Kanjuruhan kini dikenang sebagai peristiwa kerusuhan dengan korban terbanyak sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.
Ratusan penonton meregang nyawa akibat berdesak-desakan dipintu keluar stadion buntut dari penembakan gas air mata.
Tragedi tersebut menjadi sorotan nasional hingga dunia. Kepala negara, raja, artis, AFC hingga FIFA memberikan ucapan bela sungkawa.
Tahukah kita, bahwa Kanjuruhan dulunya merupakan nama kerajaan? Ya, Kerajaan Kanjuruhan terletak di Malang, Jawa Timur.
Dihimpun dari berbagai sumber, Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang.
Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi, masih sezaman dengan Kerajaan Tarumanagara di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang.
Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Karangbesuki.
Raja terkenalnya bernama Gajayana. Sang Liswa dari Kanjuruhan atau dikenal dengan gelar Gajayanalingga Jagatnata atau Gajayana saja.
Ia adalah seorang raja dari Kerajaan Kanjuruhan yang sangat dicintai oleh para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketenteraman di seluruh negeri.
Baca Juga: Kecelakaan Motor dan Mobil di Surade, Pedagang Bakso Cuanki Tewas
Gajayana berkuasa selama 29 tahun (760-789). Gajayana beristrikan Dewi Setrawati, anak pribumi desa Kanjuruhan.
Di desa itu Gajayana mendirikan istana dan sejak itu pusat pemerintahan pindah ke Kanjuruhan.
Gajayana memiliki putri bernama Satyadarmika yang menikah dengan dyah Sangkhara atau Rakai Panangkaran Sri Maharaja Tejahpurnapana Panangkarana, raja Mataram di Jawa Tengah (754-782).
Dari pernikahan itu lahirlah dyah Panunggalan. Rakai Panunggalan yang nama nobatnya Rakai Panunggalan Bhimaparakrama Linggapawitra Jawabhumandala berkuasa di bagian utara Jawa, yaitu di daerah Mamratipura (Medang) selama 18 tahun (782-800).
Raja inilah yang menyatukan Kanjuruhan dengan Mataram, sepeninggal Gajayana yang wafat tahun 789. Hal itu dilihat dari namanya Panunggalan, yang berarti ‘penyatuan’.
Sumber: suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Publik Desak Iwan Bule Mundur, Kaesang hingga Azrul Ananda Dijagokan Jadi Pengganti
-
Sosok-Sosok di Balik 'Selamatnya' Indonesia dari Sanksi FIFA
-
Dicopot Kapolri Eks Kapolres Malang Didukung Suporter
-
TGIPF: Stadion Kanjuruhan Malang Tidak Layak Untuk Pertandingan Berisiko Tinggi
-
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mantan Dirut KAI Ignasius Jonan Ramai Diminta Jadi Ketum PSSI: Alasannya Masuk Akal!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123