/
Minggu, 16 Oktober 2022 | 19:13 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino (Kurt SCHORRER / FIFA / AFP)

SuaraBandungBarat.Id - Piala Dunia 2022 Qatar diterpa isu pelanggaran HAM terhadap pekerja atas kegiatan yang sedang berlangsung. Banyak aspek yang menjadi sorotan terkait isu panas ini, salah satunya taraf hidup selama bekerja.

Pekerja proyek Piala Dunia 2022 Qatar tampak hidup secara tidak layak dan terlihat tidur berdesakkan. Bahkan kebersihan toilet pun tidak diindahkan, malah terlihat kotor dan juga tidak layak pakai.

Otoritas sepak bola Prancis juga ikut memberikan pernyataan terkait rencana untuk melakukan pemeriksaan sendiri untuk melihat kondisi para pekerja migran di Qatar. Tayangan film dokumenter telah mengudara di Televisi Perancis.

Film dokumenter tersebut menceritakan pengalaman para pekerja dan gambar diambil secara diam – diam. Dalam film dokumenter, tampak kamar tidur penuh serangga dan para pekerja tidur di atas ranjang model susun.

Toilet para pekerja migran ini sangat kotor dan tidak layak pakai dengan dinding yang penuh noda basah. Wastafel yang tersedia di tempat tersebut bahkan digunakan sebagai dapur.

Fasilitas kompor gas dan AC pada salah satu kamar tidur pekerja juga tampak rusak sehingga suhu ruangan menjadi 35 derajat Celcius. Dengan fasilitas seperti ini, bahkan para pekerja mengaku bahwa mereka hampir tidak ada libur sama sekali dan bekerja lembur tanpa upah.

FFF Turun Tangan

Federasi Sepak Bola Perancis (FFF) tidak tinggal diam ikut turun tangan atas isu ini. FFF memberi pengumuman akan mengirim delegasi yang akan pergi ke Qatar untuk verifikasi langsung dari tempat kejadian.

Federasi asal Perancis ini juga memberikan pernyataan bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan terkait beberapa kontraktor hotel tim di Doha.

Baca Juga: Rachel VennyaAjak Netizen untuk Dukung Lesti Kejora di Twitter, Hargai Aja Keputusannya

Load More