Suara.com - Berikut lima pemain termuda yang pernah unjuk gigi di pentas Piala Dunia, di mana salah satunya mampu mencetak brace di partai final dan membawa timnya meraih gelar juara.
Piala Dunia merupakan ajang paling bergengsi di jagat sepak bola. Maklum saja, ajang ini hanya digelar empat tahun sekali dan mempertemukan seluruh tim kuat dari berbagai belahan dunia.
Karena gengsi yang dimiliki, banyak tim-tim yang berpartisipasi di Piala Dunia mengandalkan para pemain berpengalaman.
Para pemain berpengalaman ini biasanya para pemain yang sudah malang melintang di level teratas bersama klub masing-masing.
Dipilihnya para pemain pengalaman ini oleh tim-tim yang berpartisipasi, tak lepas dari besarnya tekanan yang hadir sepanjang gelaran Piala Dunia.
Besarnya tekanan ini dirasa hanya mampu diatasi oleh pemain yang telah mengenyam asam garam di dunia sepak bola dalam kariernya.
Maka tak mengherankan jika banyak pemain berusia di atas 30 tahun yang menjadi andalan bagi negaranya di berbagai edisi Piala Dunia.
Meski begitu, ada pula beberapa negara yang juga mengandalkan para pemain muda untuk bertarung di pesta sepak bola terakbar ini.
Ada beberapa tim yang memainkan pemain yang baru berusia 17 tahun dan bahkan pemain tersebut bisa menjadi penentu juara bagi timnya.
Baca Juga: 7 Negara yang Pernah Kena Hukuman Larangan Tampil di Piala Dunia
Lantas, siapa saja para pemain termuda yang pernah mentas sepanjang sejarah Piala Dunia? Berikut daftarnya.
5. Pele (Brasil)
Tak ada yang meragukan kapasitas Pele sebagai legenda sepak bola. Namanya abadi karena prestasinya baik di level klub maupun tim nasional.
Salah satu prestasinya adalah saat menjadi debutan termuda pertama di Piala Dunia, di mana ia tampil di Piala Dunia 1958 Swedia bersama Brasil di usia 17 tahun 249 hari.
Hebatnya lagi, di usia yang baru 17 tahun itu Pele mampu membawa Brasil meraih gelar juara Piala Dunia 1958, di mana dirinya mencetak dua gol di final melawan Swedia dengan skor 5-2.
4. Salomon Olembe (Kamerun)
Berita Terkait
-
Hong Myung-Bo Mundur setelah Gagal Piala Dunia, Presiden Nilai 'Tak Kompeten'
-
Duel Hidup Mati di Monterrey: Belanda Siapkan Pressing Tinggi, Maroko Andalkan Serangan Kilat
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil