SuaraBandungBarat - Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan dakwaan terdakwa Ferdy Sambo mengatakan, jika saat penembakan terjadi Brigadir Nofriyansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih hidup.
Kemudian, Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam dari mobil dan mengantongi senjata Brigadir J, langsung ambil alih eksekusi Yoshua.
JPU mengatakan, ketika Bharada E menembakkan tiga sampai empat peluru ke arah Brigadir J, korban langsung ambruk.
Akan tetapi saat itu Brigadir J masih hidup, atau kemungkinan sekarat dengan darah yang mulai menggenang.
Ferdy Sambo langsung mengambil alih situasi mengerikan tersebut. Dia kemudian mendekati Brigadir J yang tertelungkup.
Tanpa basa-basi, Ferdy Sambo langsung menembak kepala bagian belakang Brigadir J, hingga peluru menembus hidung.
Brigadir J belum meninggal, mengerang kesakitan
Seperti diketahui jika detik-detik sadisnya Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir Nofriyansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J akhirnya terungkap.
Jika selama ini pernah diperdebatkan Ferdy Sambo tidak memberi perintah membunuh pada Bharada E, justru terungkap dalam dakwaan jika Ferdy Sambo menjadi orang terakhir yang menembak Brigadir J.
Padahal saat itu Brigadir J sedang sekarat atau masih dalam keadaan hidup setelah mendapat tembakan dari Bharada E.
Baca Juga: Jadi Tersangka Dugaan Peredaran Narkoba bareng Irjen Teddy Minahasa, Kapolsek Kalibaru Dicopot
Dalam sidang perdana Ferdy Sambo dengan agenda pembacaan dakwaan jaksa di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022), JPU membuka semua kronologi dugaan pembunuhan Brigadir J.
JPU menyatakan secara tegas, Brigadir J tewas akibat tembakan Ferdy Sambo yang tepat di bagian belakang kepala hingga tembus sampai ke hidung.
Sebelum mengungkap siapa sebenarnya eksekutor terakhir Brigadir J, JPU membacakan momen Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menembak Brigadir J sebanyak tiga atau empat kali atas perintah Ferdy Sambo.
Saat itu, ketika tubuh Brigadir J tertembus tiga sampai empat peluru akibat tembakan, kondisi korban masih bisa bergerak.
Meski mendapat luka parah di bagian dada sebelah kanan dan sejumlah luka lainnya, Brigadir J dikatakan JPU masih bergerak.
JPU mengatakan, saat itu Brigadir J masih mengerang kesakitan, bahkan bergerak setelah tubuhnya ditembak oleh Richard Eliezer.
"Ia tampak mengerang kesakitan," kata JPU membacakan dakwaan.
Dari sana JPU melanjutkan dakwaan, jika Ferdy Sambo adalah menjadi orang terakhir yang mengeksekusi Brigadir J.
Kematian Brigadir J kata JPU, disebabkan oleh satu kali tembakan yang dilepaskan Ferdy Sambo di bagian belakang kepala.
"Terdakwa Ferdy Sambo menghampiri korban Nopriansyah Yosua Hutabarat yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi dalam keadaan tertelungkup masih bergerak-gerak kesakitan," kata JPU.
"Lalu untuk memastikan benar-benar tidak bernyawa lagi, terdakwa Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam menggenggam senjata api dan menembak sebanyak satu kali mengenai tepat di kepala bagian belakang sisi kiri korban Nopriansyah Yosua Hutabarat hingga korban meninggal dunia," ujar jaksa membacakan surat dakwaan, dikutip dari Suara.com.
Peluru dari tembakan yang dilakukan Ferdy Sambo disebutkan JPU, menembus kepala bagian belakang sisi kiri Brigadir J melalui hidung sisi kanan bagian luar.
Lintasan anak peluru dari senjata yang dipakai Ferdy Sambo telah mengakibatkan kerusakan tulang tengkorak pada dua tempat yang mengakibatkan kerusakan tulang dasar rongga bola mata bagian kanan.
Atas peristiwa itulah, Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 330 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sebelum terjadi penembakan, Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo memanggil Bripka Ricky.
Saat Bripda Ricky datang dan menanyakan kondisi, istri Ferdy Sambo tidak menjawab, malah menanyakan keberadaan Brigadir J.
Ricky lantas diperintah Putri untuk memanggil Brigadir J agar menghadapnya di kamar.
Setelah itu, Brigadir J datang dan masuk kamar sekitar 15 menit lamanya. Mereka membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak ada yang mengetahuinya.
Setelah Brigadir J keluar kamar, Kuat Ma'ruf masuk menemui Putri Candrawathi.
Di sana Kuat Maruf meminta Putri agar melaporkan semua yang dialami pada Ferdy Sambo yang saat itu sudah di Jakarta.
Pada 8 Juli 2022 dini hari, akhirnya Putri mengikuti saran Kuat Ma'ruf untuk melaporkan apa yang terjadi di Magelang.
Putri mengatakan jika dirinya dilecehkan Brigadir J. Saat itu Ferdy Sambo langsung marah.
Putri kembali berbicara, jika dirinya meminta pulang ke Jakarta yang kemudian diamini Ferdy Sambo.
Selain itu, Putri juga meminta pada suaminya tidak menceritakan soal kejadian dirinya bersama Brigadir J.
Saat itu Putri berasalan jika rumah di Magelang kecil, sehingga takut jika kejadian itu tersebar.
Bukan itu saja, Putri juga sangat khawatir jika semua tahu, Brigadir J akan bereaksi.
Putri mengatakan, ketakutan pada tubuh Brigadir J yang paling besar di antara ajudan yang ada di Magelang akan melakukan hal yang mengerikan.
Atas perintah itu, Ferdy Sambo menuruti permintaan sang istri untuk menutup rapat kejadian itu, sampai semua tiba di Jakarta. (*)
Artikel ini telah tayang di suarasumbar.id berjudul: Detik-detik Sadisnya Ferdy Sambo Tembak Kepala Brigadir J yang Mengerang Kesakitan, Pelurunya Tembus Hidung
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Stranger Things: The First Shadow Bakal Dibuat Versi Film
-
Kacau! Arda Guler Korban Bully di Ruang Ganti Real Madrid, Terduga Pelaku Pemain Senior
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Biar Makin Stunning di Momen Imlek, Ini 5 Lipstik Merah yang Layak Dicoba
-
Aksi Brutal Pemain Keturunan Nias Bikin Legenda Liverpool Ngamuk: Harusnya Kartu Merah!
-
Selain Pulau Kemaro, Ini 5 Hidden Gem Imlek di Kota Palembang yang Jarang Diketahui
-
Napoli Renovasi Stadion Diego Maradona: Lintas Atletik Dibongkar, Telan Dana Rp3,5 T
-
Knetz Sindir Fans Asia Tenggara Kecoa, SEAblings Balas Pakai Bukti Duet Feby Putri dan LOCO
-
Gagal Gondol Burung Tengah Malam, Maling di Sleman Semprot Spray Gun saat Diringkus Warga
-
Menteri Agama Titipkan Harapan Ramadan Bawa Kebaikan bagi PNM