SuaraBandungBarat.Id – Kasus KDRT yang dialami Lesti Kejora dan Rizky Billar hingga kini masih banyak menuai pro kontra dikalangan masyarakata.
Terbaru, Arist Merdeka Sirait Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) turut buka suara mengenai kasus KDRT yang dialami oleh Lesti Kejora.
Komnas PA menyoroti atas Tindakan yang dilakukan Lesti Kejora yang mencabut laporan kasus KDRT yang dilakukan oleh Rizky Billar terhadap dirinya.
Diketahui pada Selasa 18 Oktober 2022 nampak sepasang kekasi Leslar mendatamgi Polres Metro Jakarta Selatan. Kehadiran mereka bertujuan untuk menjalankan proses perdamaian.
Atas terjalinnya perdamaian antara Lesti dengan Billar, secara otomatis ayah abang L terbebas dari kasus KDRT oleh pihak berwajib.
Lantaran hal ini membuat Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, merasa kecewa lantaran kasus ini harus berhenti tanpa ada proses berkelanjutan, seperti terapi untuk pelaku jika sudah memenuhi bisa langsung disatukan Kembali.
"Ketika kemarin itu penangguhan penahanan, jangan langsung pulang ke rumah dulu. Diterapi dulu ini si pelaku yang dilaporkan KDRT itu. Pastikan betul-betul steril baru mereka bisa bertemu lagi,” ujar Komnas PA pada salah satu acara TV swasta, Rabu (19/10/2022).
Nampak Ketua Konas PA juga menyorot prilaku Leslar yang terlihat seolah tidak ada kejadian apa-apa.
Menurutnya apa yang ditampilkan orang tua abang L ini tidak mengedukasi, sebab ada satu hal yang seharusnya dilakukan yakni seharusnya pelaku mendapatkan terapi terlebih dahulu dengan tujuan agar kejadian tersebut tidak terulang untuk kedua kalinya.
Baca Juga: Profil Achsanul Qosasi, Bos Madura United yang Kecam Presiden FIFA Tak Punya Empati
“Ini kan langsung dadah-dadah seolah nggak ada masalah kan. Itu tidak mengandung edukasi. Seharusnya dia terapi dulu secara baik, lalu dinyatakan oleh psikolog atau memang expert di bidangnya, barulah bisa. Supaya tidak terulang lagi terjadi kekerasan ini,” kata Arist lebih lanjut.
Arist juga seirama dengan KPI yang memeberikan rekomendasi kepada semua TV nasional yang melarang pelaku KDRT untuk tampil di semua acara TV.==(*)
Berita Terkait
-
Dewi Perssik Labrak Fans Lesti Kejora dan Rizky Billar: Junjunganmu Besar dari Indosiar!
-
Billy Syahputra Ngaku Masih Sayang Devina Kirana yang Dituduh Selingkuhan Rizky Billar, Tetap Panggil Beb
-
Lesti Kejora dan Rizky Billar Tampil Mesra Setelah Buat Kegaduhan
-
Perjuangan Berat Anak Penjual Mie Ayam Lesti Kejora hingga Tenar Seperti Sekarang Kini Terancam Diboikot
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi
-
6 Kulkas Hemat Listrik 1 Jutaan, Cocok untuk Anak Kos hingga Keluarga Kecil
-
Kemendag Janji Akun Seller Tak Akan Diblokir Meski Belum Punya NIB
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak, Seller Kini Wajib Setujui Perubahan Kontrak
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Memahami Perbedaan Sepatu Lari Carbon Plate dan Biasa, Ketahui sebelum Upgrade
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Kalimat 'Endasmu' dari Prabowo Muncul Usai Singgung Wartawan di Penas
-
Ketika Darah Rakyat Mengakhiri Takhta: Sumatera dalam Kacamata Anthony Reid