/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:21 WIB
Ngaku Diancam Brigadir J Setelah Dilecehkan di Magelang, Istri Ferdy Sambo Ketakutan. (Youtube Polri TV)

"Namun, saksi Putri Candrawathi tidak memberi penjelasan apapun," kata jaksa membacakan dakwaan.

Putri Candrawathi kemudian meminta Ricky Rizal Wibowo untuk memanggil Kuat Maruf dan menenangkannya.

Putri berharap tidak terjadi keributan antara Kuat Maruf dan Nofriansyah Joshua Hutabarat.

Setelah memanggil Kuat Maruf, Putri Candrawathi lantas memerintahkan Bripka RR untuk memanggil Brigadir J.

Bripka RR kemudian menanyakan apa yang telah terjadi pada Brigadir J dan Kuat Maruf.

Brigadir J saat itu mengaku tidak tahu mengapa Kuat Maruf marah kepadanya.

"Saksi Putri Candrawathi lalu meminta Ricky Rizal Wibowo agar memanggil Nofriansyah Joshua Hutabarat," kata jaksa.

"Ricky Rizal Wibowo lalu turun ke lantai satu rumah Magelang dan memanggil Nofriansyah Joshua Hutabarat sambil bertanya, 'ada apa Yos?'."

"Dan dijawab oleh Nofriansyah Joshua Hutabarat, 'nggak tahu Bang, kenapa Kuat marah sama saya'," ungkap Jaksa membacakan dakwaan.

Baca Juga: Perempuan Ini Pilih Kabur Bareng Mantan Pacar, Dibanding Suami yang Kerja Kuli dengan Gaji Rp 2 Juta

Saat itu juga Bripka RR mengajak Brigadir J ke kamar Putri Candrawathi lantaran hal itu menjadi perintah dari istri Ferdy Sambo.

Kemudian Bripka RR menunggu di dekat pintu kaca di depan kamar Putri Candrawathi agar tidak terjadi keributan.

Putri Candrawathi ketika itu menyebut telah memaafkan sikap Brigadir J. Namu Putri meminta sang ajudan untuk mengundurkan diri.

Brigadir J keluar kamar Putri, dan Bripka RR melihat Brigadir J menangis.

"Saksi Putri Candrawathi mengatakan kepada Nofriansyah Joshua Hutabarat, 'saya mengampuni perbuatanmu yang keji terhadap saya. Tapi, saya minta kamu untuk resign'," kata Jaksa.

"Lalu, Nofriansyah Joshua Hutabarat keluar kamar sambil menangis dan turun bersama Ricky Rizal Wibowo," kata jaksa.

Petaka tengah malam

Tak ada yang menyangka, keinginan Putri mengubur peristiwa memalukan itu akhirnya diungkapkan pada sang suami atas sarang Kuat Maruf.

Sekitar tengah malam, Putri Candrawathi kemudian menelepon Ferdy Sambo.

Kepada suaminya, Putri mengatakan ingin segera pulang ke Jakarta. 

Ferdy Sambo latas mendegar curhatan Putri, jika Brigadir J telah bersikap kurang ajar padanya.

Saat itu, Putri Candrawathi tidak menceritakan secara lengkap apa yang sebenarnya terjadi di Magelang.

Putri berjanji akan menceritakannya langsung setiba di rumah, Jakarta.

Bukan itu saja, Putri Candrawathi kemudian berpesan pada Ferdy Sambo tidak memberi tahu para ajudan terkait insiden yang dialaminya.

Dia mengatakan tak ingin keselamatan pihak lain terancam gara-gara kejadian yang dialaminya.

Menurut Putri Candrawathi, Brigadir J telah berani mengancam untuk tidak menceritakan apa yang terjadi di rumah Magelang.

Melalui kuasa hukumnya, Putri mengatakan jika Brigadir J mengancam akan menembak Ferdy Sambo dan anak-anak, jika perkosaan tersebut bocor.

"Awas (Putri) kalau kamu bilang sama Ferdy Sambo," kata kuasa hukum menirukan ucapan Brigadir J berdasar pengakuan Putri. 

"Saya tembak kamu, Ferdy sambo dan anak-anak kamu," ujar kuasa hukum. (*)

Load More