SuaraBandungBarat.Id - Rekaman CCTV yang mengarah ke rumah dinas Ferdy Sambo disebut telah dihapus oleh Kompol Baiquni Wibowo. Baiquni diketahui memindahkan rekaman CCTV yang telah diambil oleh AKP Irfan Widyanto tersebut ke dalam flashdisk dan dipindahkan ke dalam laptop.
Hal tersebut telah disebutkan dalam surat dakwaan yang telah disebutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Disebutkan pula bahwa Baiquni Wibowo telah menghalangi proses penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabat.
"Tanggal 14 Juli 2022 sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa Baiquni Wibowo SIK datang menemui saksi Arif Rachman Arifin SIK yang berada di dalam mobilnya dan menyampaikan bahwa file atau isi di laptop sudah bersih semuanya," kata JPU, di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji PN Jaksel, dikutip dari Antara, Rabu (19/10/2022).
AKBP Arif Rachman Arifin menyampaikan perintah Sambo kepada Baiquni untuk menghapus rekaman CCTV yang sebelumnya sudah disalin oleh Baiquni tersebut. Baiquni sebelumnya juga sempat bertanya kepada Arif karena merasa perintah tersebut melawan hukum.
"Yakin, Bang?" tanyanya, yang tengah dibacakan oleh Jaksa.
Kemudian Arif meyakinkan Baiquni dengan Brigjen Hendra Kurniawan sebagai saksinya bahwa hal tersebut atas perintah Sambo.
"Perintah Kadiv, saksinya Karo Paminal," jawab Arif kepada Baiquni sebagaimana yang dibacakan oleh jaksa.
Rekaman yang diminta untuk dihapus oleh Sambo tersebut sebelumnya telah ditonton bersama-sama oleh Baiquni, Chuck Putranto, Arif Rachman Arifin, serta Ridwan Rhekynellson Soplangit. Isi rekaman CCTV tersebut diketahui berbeda dengan kronologi yang telah diceritakan oleh Ferdy Sambo sebelumnya.
Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, terlihat Yosua masih hidup setelah Ferdy Sambo tiba di rumah dinas tersebut. Padahal sebelumnya Sambo mengatakan bahwa Yosua sudah tewas karena baku tembak dengan Eliezer sebelum Sambo tiba di rumah dinas tersebut.
Baca Juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya!
"Mengakibatkan sistem elektronik berupa satu buah DVR merek G-LENZ S/N:977042771322 dan satu buah Microsoft Surface berwarna hitam terganggu dan/atau tidak bekerja sebagaimana mestinya," ujar JPU.
Berita Terkait
-
Trio Maling di Toko Sembako Terekam CCTV, Tampang Terlihat Jelas, Satu Pelaku Nyengir
-
Tak Diindahkan, Ferdy Sambo Balas Kata Kata Terakhir Brigadir J dengan Perintah: Cepat Woy Kau Tembak!
-
Terkuak Penghapus Rekaman CCTV Kasus Tewasnya Brigadir J, Baiquni Wibowo sempat Ragu dengan Perintah Ferdy Sambo
-
Dicecar Anak Buah Ferdy Sambo, Bharada E: Saya Menembak karena Brigadir J Tembak Duluan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran
-
Naik Kereta Bukan Sekadar Perjalanan, Kini Stasiun Jadi Lifestyle Space Baru