SuaraBandungBarat.id - Samuel Hutabarat, Ayahanda Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali bersaksi.
Samuel menghadiri persidangan didampingi Rosti Simanjuntak sebagai saksi pada sidang kasus yang menghilangkan nyawa anaknya.
Persidangan dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Samuel menceritakan saat dirinya mencaritahu tentang peristiwa tembak menembak yang menghilangkan nyawa Brigadir J.
Samuel bertanya terkait siapa yang menembak terlebih dahulu, kemudian diterangkan oleh Kasatreskrim Jakarta Selatan.
Informasi yang diberikan Kasatreskrim Jaksel kepada Samuel waktu itu bahwa yang menembak duluan adalah Brigadir
“Saya tanya siapa yang pertama nembak pak mohon izin. Yang menerangkan Kasatreskrim Jakarta Selatan. Si Kasatreskrim bilang ‘yang tembak almarhum Bharada E’. Saya tanya ‘ada kena Bharada E?’ ‘tidak ada’,” ungkap Samuel yang dikutip dari pmnjnews.com pada Rabu (2/11/2022).
Samuel merasa heran terkait kronologi tersebut yang juga dipaparkan oleh mantan kasat Reskrim Jaksel, Ridwan Rhekynellson Soplanit.
Samuel merasa tidak mungkin jika tembakan yang dilakukan Brigadir J tidak ada yang kena satu pun.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Alami Hambatan Saat Pertama Tangani Kasus Brigadir J
Rasa penasarannya dijawab dengan perkataan bahwa Brigadir J menembak dengan dua tangan dalam kondisi panik.
Padahal, menurut Samuel, justru menembak dengan dua tangan lebih akurat dibandingkan dengan satu tangan.
“Jadi semua tembakan Bharada E kena. Saya tanya ‘masa anak saya nembak nggak kena satupun’. Terus katanya ‘almarhum nembak panik, terus pakai 2 tangan’. Saya tanya ‘mohon maaf pak mana yang lebih akurat pak tembak dengan 2 tangan atau 1 tangan pak? Setahu saya akurat 2 tangan’. Si kasatreskrim bilang ‘dia menembak dengan keadaan panik’,”
Setelah menceritakan terkait kronologi tembak menembak yang diketahuinya, Samuel lanjut membahas tentang CCTV.(*)
Sumber: pmjnews.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
3 Fakta Baru Mahasiswa Bacok Mahasiswi UIN Suska: Asah Kapak dan Parang, Niat Aniaya Sejak 2025!
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Alex Noerdin Meninggal Hingga ke Roblox, Warga Berkumpul di Bundaran Sekayu Versi Virtual
-
Manchester United Habiskan Rp361 Miliar untuk Pecat Ruben Amorim
-
Isi Lengkap Surat Edaran Wali Kota Medan Rico Waas soal Daging Babi yang Picu Protes
-
7 Shio yang Diprediksi Banjir Rezeki dan Sukses di Tahun 2026
-
Manunggulo Berwajah Ramadan
-
Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perkiraan Berdasarkan Hadis
-
Viral Kronologi Pembacokan di UIN Suska Riau, Dari Niat Baik Berujung Obsesi Mematikan
-
Menumpuk di Pantai Padang, Limbah Kelapa Muda Bisa Jadi Pakan Ternak?