SuaraBandungBarat.id - Arkana Mawardi, Anak ketiga dari Nikita Mirzani merasa sedih karena ibunya tidak pulang-pulang.
Karena kasus yang menjeratnya, Nikita Mirzani terpaksa berpisah dengan ketiga anaknya dan belum bisa bertemu.
Jarak yang memisahkan Nikita Mirzani dengan ketiga anaknya membuat Arkana Mawardi sedih tidak bisa bertemu ibunya.
Kesedihan anak ketiga tersebut diungkapkan oleh pengasuh Arkana Mawardi yang dipanggil 'teteh' saat ditanya Fitri Salhuteru.
"Teteh, ambil baju ibu (Nikita Mirzani) ya? Pagi-pagi lho, gimana kabarnya anak-anak?" tanya Fitri Salhuteru dikutip dari Instagram Story-nya pada Kamis (3/11/2022).
Teteh mengatakan bahwa anak-anak dalam keadaan sehat, tapi Arkana terus menanyakan ibunya ketika hendak tidur.
"Alhamdulillah sehat, cuma ya adek Arkana kalau tidur nanyain Aminya terus, kan jadi sedih gitu," ungkapnya.
Bahkan ketika bangun tidur, Arkana juga selalu menanyakan ibunya yang biasanya ada di sampingnya.
"Bangun tidur katanya Aminya mana, biasanya kan ada di sampingnya kalau tidur," ujarnya.
Baca Juga: Nathalie Holscher Ungkap Awal Kedekatan dengan Faris
Pengasuh Arkana tidak memberitahu yang sebenarnya terjadi kepada ibunya dan mengatakan jika Nikita Mirzani sedang pergi bekerja.
"Teteh jawabnya Aminya lagi kerja dulu, nanti pulang. Kenapa lama katanya gitu, kok enggak video call aku gitu," tururnya.
Setelah mendengar cerita tersebut, Fitri Salhuteru berpesan kepadanya agar menjaga anak-anak Nikita Mirzani.
"Jagain ya teh, Aminya lagi berjuang keadilan di negeri ini Teteh. Jagain anak-anak teteh, makasih teteh sayang," pesan Fitri Salhuteru.
"Iya semoga mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya," jawab teteh.(*)
Sumber: Instagram Story @fitri_salhuteru
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026