/
Selasa, 08 November 2022 | 13:37 WIB
Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan dan Wakil Ketua DPRD KBB, Ida Widaningsih saat mengunjungi bayi kembar siam, Selasa (8/11/2022) (Prokompim KBB)

SuaraBandungBarat.id- Bayi kembar siam asal Kampung Umur-umuran, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), siap menjalani operasi pemisahan tubuh.

Kondisi kesehatan bayi yang bernama Ayesha Azalea Putri Emira dan Aleeya Azalea Putri Emira tersebut dalam keadaan baik dan sehat.

Ketua Tim Dokter Bedah RSHS Bandung, Dikki Drajat menjelaskan, kondisi kedua bayi kembar siam pada perut dan dada (omphalopagus) merupakan kasus yang langka.

“Untuk kondisi Aleeya dan Ayesha ini yang dempet itu liver serta pembuluh darah menyilang yang harus dibebaskan kemudian organ-organ lain seperti usus, ginjal, kantung kemih, dan lainnya itu punya organ masing-masing,” katanya saat ditemui, Selasa (8/11/2022).

Ia menambahkan, dengan kondisi organ dalam keduanya lengkap tidak membutuhkan donor organ dari orang lain. Berdasarkan hasil operasi pada kasus sebelumnya tingkat keberhasilan operasi pemisahan tubuh tersebut cukup tinggi

“Dipastikan tidak perlu donor. Sudah punya organ masing-masing. Tingkat keberhasilannya insyaallah tinggi. Ada 5-6 kasus yang sudah kita tangani berhasil. Kalau melihat hasil evaluasi dan pemeriksaan. yang paling kompleks adalah liver,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tindakan operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam asal Kabupaten Bandung Barat tersebut bakal melibatkan sejumlah dokter diantaranya mulai dari dokter jaringan, gizi, termasuk psikolog, dokter bius dan dokter bedah.

“Masa pemulihan tergantung kondisi bayi. kalau yang sudah-sudah paling seminggu, tapi ada yang panjang karena kita tidak bisa memprediksi bagaimana proses penyembuhan pasca operasi. Karena kemungkinan ada tambahan jaringan biasanya pelapis tambahan. jaringan dari sapi atau benang. kadang-kadang ini terjadi penolakan sehingga terjadi infeksi sehingga mesti operasi ulang,” katanya.

Masih Butuh Biaya Operasi

Baca Juga: Cek ke Lokasi Acara, Jokowi Pastikan Indonesia Siap Menyelenggarakan KTT G20 di Bali

Ditemui di tempat sama, Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah mencari tambahan biaya untuk operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam yang merupakan warga Kabupaten Bandung Barat.

“Kita sedang ikhtiar untuk mencari kekurangan biaya yang tidak sepenuhnya dicover oleh BPJS Kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh kekurangan anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan operasi pemisahan tubuh bayi kembar ini sekitar 300 juta rupiah lebih.

“baru terkumpul yang dicover oleh BPJS sekitar 100 juta lebih jadi kekurangannya itu sebesar kurang lebih 200 juta lebih. Hari ini kita komunikasikan dengan semua pihak, mudah-mudahan dalam satu dua hari ini segera ada solusi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD KBB, Ida Widaningsih mengatakan, sebelumnya pihaknya menerima laporan dari warga terkait ada warga yang melahirkan dengan caesar namun terkendala biaya.

“Alhamdulillah sudah berkoordinasi, biaya lahiran Rp40 juta dapat ditanggulangi dan sempat bayi ini bersama saya selama satu bulan,” katanya.

Sementara itu, terkait pembiayaan operasi pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat menambah biaya untuk operasi pemisahan bayi kembar siam ini.

“Dari BPJS baru terkumpul sekitar Rp198 juta dan kekurangannya sekitar Rp 220 juta. Mudah-mudahan bisa ditangani barusan pa bupati akan mengusahakan dari APBD KBB dan APBD Provinsi,” katanya. (*)

Load More