Warga benar-benar dibuat khawatir selama dilakukan ledakan untuk proyek terowongan KCIC yang terjadi empat hari takni tanggal 24-28 September 2019.
Jika ditotal, kata dia ada delapan kali ledakan yang mengakibatkan kerusakan terhadap 120 rumah dihuni 500 jiwa di Kompleks Tipar Silih Asih.
"Yang jelas waktu itu (peledakan gunung), air dalam aquarium bergoyak hebat dan kaca jendela bergetar," katanta.
"Selama empat hari itu, tiap harinya ada 2 ledakan pada siang dan sore," terang Heru kepada Suara.com pada Jumat (18/11/2022).
Dampak dari ledakan langsung dirasakan luar biasa. Heru melihat sejumlah sudut dinding dan lantai rumahnya mengalami retakan.
Aktivitas blasting proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu benar-benar memiliki daya hancur luar biasa bagi warga setempat.
Heru menerangkan, proses peledakan membuat terowongan kereta cepat itu tidak pernah diberitahukan kepada warga.
Warga di Kompleks Tipar Silih Asih tahu-tahu terkejut dan kaget lantaran tiba-tiba saja terjadi ledakan yang berdampak terhadap kerusakan bangunan.
Sebagai respon atas proses ledakan, warga langsung berkumpul dan menggeruduk lokasi proyek.
Baca Juga: Momen Goyang Ranjang Uus dan Kartika, Udah Mau Keluar Malah Suruh Nahan
"Sejak hari pertama hingga hari ke empat kami warga selalu datang berbondong-bondong ke lokasi ledakan di Gunung Bihong," kata dia.
"Warga berharap pelaksana proyek menghentikan aktivitas tersebut. Tapi ledakan terus terjadi hingga tahun 2021," terang Heru.
Heru bahkan meneghaskan perwakilan warga tidak pernah dianggap meski sudah mengadukan masalah itu ke pihak KCIC, Pemprov Jabar, KLHK hingga Komnasham.
"Kami sudah melakukan berbagai upaya. Mendatangi Pemprov Jabar, KCIC, hingga KLHK tapi tak ada satupun yang mau tanggung jawab," jelas Heru.
Dampak besar lainnya adalah kata Heru, sejak aktivitas blasting untuk menembus Gunung Bohong di atas pemukiman, saat itu warga merasa tidak tenang lagi.
Banuak rumah warga mengalami kerusakan. Dinding dan lantai terbelah akibat dampak ledakan.
"Apalagi sekarang lagi musim hujan, warga makin was-was," kata Heru.
"Penurunan tanah itu nyata di wilayah kami," ucapnya lagi.
"Buktinya lantai rumah warga ada yang sudah tidak rata lagi," kata dia.
"Jadi kalau malam harus waspada, takutnya tiba-tiba ambruk" ungkap Heru.
Kemudian Heru bersama ratusan warga meminta pemerintah dan PT KCIC bertanggungjawab atas kerusakan rumah.
Mereka juga meminta penjelasan soal keamanan wilayah setelah proyek itu hampir jadi.
"Kita minta tanggung jawab. Kami ingin kepastian apakah warga di sini aman atau tidak," ucapnya.
"Kalau tidak, bagaimana solusinya. Kalau aman, kita minta jaminan tertulis," tandasnya.
Pengakuan lain diungkap Ketua RT 13, Rudianto. Dia mengatakan, akibat kondisi pemukiman yang menakutkan sejak kemunculan proyek tersebut membuat belasan warga Kompleks Tipar Silih Asih berniat menjual dan menggadai rumah yang sudah puluhan tahun ditinggali.
Gara-garanya kata dia bukan tidak nyaman, tapi sudah merasa tidak aman setelah selesainya aktivitas blasting atau peledakan di Gunung Bohong untuk membuat terowongan KCJB.
"Ada sekitar 18 rumah yang saya tau mau dijual atau digadai. Tapi belum laku, bank juga enggak mau ambil karena sudah tau kondisi di sini," kata Rutianto.
Kekinian, meskipun aktivitas ledakan sudah tidak ada, namun warga merasa was-was sewaktu-waktu terjadi bencana longsor hingga tanah amblas. Pasalnya, kata Rudi, sejak adanya proyek itu tanah di kawasan tersebut strukturnya sudah tidak kuat lagi.
"Apalagi sekarang lagi musim hujan, warga makin was-was. Penurunan tanah itu nyata di wilayah kami. Buktinya lantai rumah warga ada yang sudah tidak rata lagi," ungkap Rudi.Q
Saking khawatirnya, lanjut dia, warga rutin melakukan ronda setiap malam untuk mengantisipasi kejadian bencana yang tidak diharapkan. Selain itu, warga juga berencana mengadakan mitigasi dan simulasi kebencanaan.
"Kalau untuk simulasi kebencanaan baru rencana. Kita mau ajukan karena kalau melihat hasil penelitian waktu awal kan struktur tanah di sini terganggu," sebut Rudi.
Warga Kompleks Tipar Silih Asih mengaduk kemana-mana. Termasuk Pemprov Jabar hungga
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bahkan tim dari KLHK sudab
mengecek ke lokasi. Namun hingga kini belum ada tindakalanjut meski kereta cepat itu sudah diujicobakan.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Meiki W Paendong mengatakan, selain berdampak terhadap rumah, ledakan untuk menembus Gunung Bohong yang akan digunakan sebagai trase KCJB itu juga berdampak terhadap struktur tanah yang dihuni warga.
"Struktur tanah sudah tak lagi memungkinkan untuk ditempati karena dikhawatirkan terjadi longsor. Apalagi saat ini sedang hujan," ujarnya. (*)
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Artikel ini juga tayang di jabar.suara.com berjudul Sisi Kelam dari Bandung Barat Dibalik Kemeriahan Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Berita Terkait
-
Begini Wajah Penghina Iriana Jokowi, Rumahnya Ketahuan
-
Akibat Ulah Akun KoprofilJati, Kaesang Pangareb dan Gibran Rakabuming Lakukan Hal ini Untuk Bela Iriana Jokowi
-
Markus Horison Berharap Tragedi di Kanjuruhan Malang Tidak Terulang
-
Adanya Kasus Ferdy Sambo, Presiden Jokowi Ungkap Nilai Kepercayaa Terhadap Polri Turun
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Kenapa Udara Dingin Australia Pengaruhi Suhu di Bali? Ini Penjelasan BMKG
-
Lemonade oleh aespa: Mengubah Krisis dan Tantangan Hidup Jadi Peluang Emas
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
Tips Memilih dan 5 Rekomendasi Bedak yang Makin Berkeringat Semakin Bagus
-
Nostalgia Pecah! F4 Reuni di Jakarta, Ajak Ribuan Penggemar Karaoke Massal OST Meteor Garden
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada
-
Review Film Faces of Death: Versi Remake yang Lebih Intens dan Realistis!
-
Panen Cuan! Arsenal Sudah Kantongi Rp 2 Triliun di Liga Champions Musim Ini