SuaraBandungBarat.id - Proyek ambisius Presiden Joko Widodo dalam pembangungan Kereta Cepat Jakarta-Bandung senilai Rp118,5 triliun ternyata tidak sejurus dengan dampak awal yang dirasakan masyarakat.
Hingga saat ini banyak masyarakat yang terkena dampak sejak awal proyek garapan China dimulai hingga berjalannya pembangunan.
Progeres Kereta Cepat Jakarta-Bandung khusunya yang berada di Bandung Barat, Jawa Barat tidak dirasakan langsung oleh masyarakat.
Misalnya, di saat kemeriahan uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang luar biasa, warga di Kompleks Tipar Silih Asih justru gigit jari.
Mereka hingga kini tidak jelas nasibnya lantaran merasa masih digantung oleh proyek ambisius pemerintah Indonesia bersama China itu.
Kemegahan proyek ambisis Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini benar-benar merugikan mereka yang tinggal di sana.
Banyak rumah warga di RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rusak itu dampak selama proyek berlangsung.
Mereka hingga kini masih belum tersentuh perbaikan meski sudah mengadu berkali-kali.
Misalnya seperti rumah milik warga sekaligus Ketua RT 04/13, Heru Agam.
Baca Juga: Momen Goyang Ranjang Uus dan Kartika, Udah Mau Keluar Malah Suruh Nahan
Terlihat sejumlah sudut rumahnya yang retak akibat dampak dari adanya aktivitas blasting atau peledakan.
Proses peledakan untuk menjebol Gunung Bohong yang tepat berada di dekat pemukiman warga itu benar-benar dirasakan daya rusaknya hingga ke pemukiman warga.
Para pekerja terus menembus gunung tersebut untuk dijadikan terowongan atau tunnel 11 trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Dan sekarang proses peledakkan untuk menjebol gunung sudah dilakukan dan berhasil.
Saat ini sudah berbentuk terowongan hasil kerja subkontraktor yakni PT CREC.
Akan tetapi mirisnya, dampak dari pengerjaan itu membuat banyak rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih rusak, seperti retak pada dinding dan lantai.
Berita Terkait
-
Begini Wajah Penghina Iriana Jokowi, Rumahnya Ketahuan
-
Akibat Ulah Akun KoprofilJati, Kaesang Pangareb dan Gibran Rakabuming Lakukan Hal ini Untuk Bela Iriana Jokowi
-
Markus Horison Berharap Tragedi di Kanjuruhan Malang Tidak Terulang
-
Adanya Kasus Ferdy Sambo, Presiden Jokowi Ungkap Nilai Kepercayaa Terhadap Polri Turun
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi