SuaraBandungBarat.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat melakukan kecocokan data dan penelitian untuk menyikapi adanya penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayahnya pada pemilu 2024 mendatang.
Ketua KPU KBB, Adie Saputro mengatakan, berdasarkan data pemilu 2019 lalu DPT di Kabupaten Bandung Barat berjumlah 1.190.084 pemilih dan pada 2024 mendatang pemilih mengalami kenaikan yang signifikan.
“Kalau melihat data pada DPT di 2019 kan kita jumlah pemilih 1.190.084, nah data kemarin data Kemendagri DP4 daftar pemilih potensial itu sekitar 1.300.014. Artinya ada peningkatan yang cukup signifikan untuk data pemilih 2019 lalu yang kita terima,” katanya saat ditemui, Senin (16/1/2023).
Ia menambahkan, pihaknya saat ini terus melakukan pemetaan melalui PPK di setiap kecamatan agar pendataan yang dilakukan berjalan maksimal. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan penataan terkait ketersediaan TPS.
“Kaitan dengan pendataan, hari ini kita mengundang anggota PPK khususnya di bagian data atau koordinator pemungutan data pemilih untuk bagaimana kita mencoba menjajaki lebih awal pemetaan TPS,” katanya.
“Walaupun memang nanti data DP4 ini tidak langsung ditetapkan. Namun nanti ada proses kecocokan dan penilitian, apakah DP4 ini orangnya masih ada dalam artian dikeluarkan DP4 beberapa akhir tahun kemarin mungkin saja ada yang meninggal atau ada yang pindah domisili atau yang lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kecocokan dan penelitian tersebut penting dilakukan untuk perencanaan kebutuhan logistik dan hal yang lainnya.
“Karena penduduk pemilih kan dinamis tentunya tidak bisa mengatakan sekian dan bisa saja ada perubahan. Maka itu kami akan lakukan kecocokan data dan penelitian.Tapi karena ini untuk kebutuhan perencanaan khususnya dalam nanti KPU RI mempersiapkan mungkin nanti logistiknya untuk peluncurannya dan lain-lain,” katanya.
Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penjajakan untuk dapat mengetahui jumlah TPS yang dibutuhkan pada pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga: Foto Rizky Billar Disobek, Ayah Bersama Sebuah Ormas Geruduk Gedung Indosiar
“Sekarang kita masih jajaki dulu sejauh mana kemudian dengan jumlah DP4 sekian apakah ada penambahan TPS. Karena di tahun 2019 kita ada 5.088 TPS. Ketentuannya masih sama, 1 TPS masih 300, maksimal 300 pemilih harus sama. Walaupun jumlah 300 ini dalam situasional artinya mungkin saja ada jumlah tertentu,” katanya.
Ia menyebut, TPS ini juga harus dilakukan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah tersebut. Hal itu dilakukan agar pemilih mudah mengakses lokasi pemungutan suara.
“Harus juga disesuaikan geografis dengan masing-masing wilayah yang ada. Pada prinsipnya penataan TPS ini harus betul-betul. Pertama memperhatikan geografis di wilayah atau juga akses pemilih ke TPS tersebut jangan sampai kemudian susah atau mungkin tempatnya susah diakses,” katanya.
Ia menegaskan, pihaknya pun berupaya maksimal untuk menyediakan TPS yang mudah diakses dan ramah terhadap kaum disabilitas.
“Apalagi kan kita akan berupaya TPS kita aksessible, mungkin bagi mereka yang difabel, disabilitas kan kita harus bisa bahwa TPS itu bisa diakses oleh mereka yang memang disabilitas sehingga itu yang akan kita persiapkan pada Pemilu 2024,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya pun mengingatkan agar PPK terus berkoordinasi dengan pihak desa terkait jumlah pemilih yang ikut pada 2024 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi