/
Sabtu, 21 Januari 2023 | 17:09 WIB
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu saat ditemui di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/1/2023) (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan pendalaman terkait koalisi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Termasuk terkait calon presiden (Capres) maupun calon wakil presiden (Cawapres) yang bakal diusung.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus membahas hal yang subtansif terkait koalisi yang bakal dilakukan untuk pilpres 2024 mendatang tersebut.

“Untuk koalisi, kita terus mendalami dengan partai-partai yang memang partai koalisi seperti Nasdem, Demokrat kita terus melalui tim-tim kecil kita bahas pada hal-hal yang lebih subtantif,” katanya saat ditemui, di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/1/2023).

Ia menyebut, keterlibatan PKS dalam koalisi tersebut tidak hanya sebagai pengusung saja. Lebih jauh dari itu, pihaknya bakal berupaya maksimal untuk memenangkan kontestasi pilpres lima tahunan tersebut.

“Karena kita berharap kita bukan hanya mengusung saja tetapi kita berkeinginan untuk memenangkan,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya pun masih belum mengambil keputusan terkait cawapres yang bakal diusung pada pilpres 2024 mendatang. Pasalnya, hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup untuk membahasnya.

“Mungkin terkait diantaranya siapa nanti cawapres yang akan mendampinginya nah ini menjadi satu hal yang memang perlu waktu,” katanya.

“Mungkin nanti ketika menentukan siapa cawapres yang mendampingi, bisa jadi kan tadi perlu survei. Sehingga sekali ini memerlukan waktu yang menurut pandangan kami perlu waktu yang memadai,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini pihaknya tidak ingin terlalu terburu-buru untuk mendeklarasikan capres maupun cawapres yang bakal diusung pada pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Program Pencegahan Stunting Pertamina Hulu Rokan Bersama Pemkab Kampar Dipuji Presiden Jokowi

“Kita lihat juga partai-partai lain belum ada yang mendeklarasikan. Kalau tokoh kita belum menyebutkan tapi dari sisi lain kita partai-partai koalisi tentu sudah sangat mengarah,” katanya.

“Tentu ini bagian dari ihktiar kita walaupun tadi di dalam amanah Majelis Syuro belum menyebutkan tokoh-tokoh sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Syaikhu menegaskan, PKS menargetkan raihan kursi di DPRRI sebanyak 15 persen dari raihan pada pileg 2019 lalu.

“Target sebagaimana yang diamanatkan sejak Munas adalah minimal 15 persen, jadi minimal 15 persen kalau DPR RI sekitar 86 kursi,” katanya.

“Hari ini PKS mendapat 50 kursi, ya masih tadi ada kekurangan 36 kursi, dan ini bukan sesuatu yang ringan dalam pandangan kami makanya berbagai konsolidasi dan penguatan caleg-caleg terus dilakukan,” katanya. (*)

Load More