SuaraBandungBarat.id - Kasus tabrakan mahasiswa UI Hasya Attalah Syahputra yang ditabrak oleh AKBP (Purn) Eko Setia Budi terus berlanjut.
Sebelumnya, Hasya selaku korban meninggal dalam kecelakaan tersebut sempat ditetapkan menjadi tersangka dengan alasan melakukan kelalaian saat berkendara.
Namun kabar terbaru, status tersangka tersebut telah dicabut setelah ditimbang ulang oleh Polda Metro Jaya.
Meski demikia, ibunda Hasya yakni Dwi Syafiera Putri tetap akan melanjutkan proses hukum sebagaimana mestinya.
"Sekarang tinggal bagaimana para penegak hukum itu melanjutkan kasus ini sesuai dengan prosedur yang ada," jelas Dwi oada wartawan, Senin (6/2/2023).
Ibunda Hasya juga menjelaskan bahwa langkah yang akan diambil untuk menuntaskan kasus anaknya, Hasya akan didiskusikan dulu dengan kuasa hukum.
"Biarlah masalah hukum itu, tim kuasa hukum kami yang paling mengerti. Saya tetap nurut sama tim kuasa hukum kami. Yang pasti, kami tetap melanjutkan kasus ini sampai dengan tuntas," ungkap dia.
Tabrakan yang menewaskan mahasiswa UI Hasya terjadi di Jalan Raya Srengseng Sawah, 6 Oktober 2022 lalu.
Hasya masuk ke bawah kolong mobil Pajero milik AKBP (Purn) Eko Setia Budi setelah sebelumnya bertabrakan dari arah yang berlawanan.
Baca Juga: Diprotes Warga hingga Disentil PDIP, Gibran Bakal Revisi Keputusan Menaikan Tarif PBB
Kronologi tersebut terjadi setelah Hasya kehilangan keseimbangan saat motor yang ada di depannya tiba-tiba belok secara mendadak.
AKBP (Purn) Eko Setia Budi yang sedang mengendarai mobil Pajero tak siap dan akhirnya menabrak, nahasnya Hasya ikut tergilas mobil yang dikendarai Eko.(*)
Berita Terkait
-
Hasil Rekonstruksi Ulang, Polda Metro Jaya Temukan Bukti Baru Kecelakaan Mahasiswa UI vs Pensiunan Polri
-
Status Tersangka Dicabut, Polisi akan Rehabilitasi Nama Baik Hasya Mahasiswa UI
-
Pekik Takbir Ibunda Muhammad Hasya Usai Status Tersangka Sang Anak Dicabut Pihak Kepolisian
-
Ada Ketidaksesuaian Dalam Penyidikan, Polda Metro Jaya Cabut Status Tersangka Mahasiswa UI
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Media Italia Coret Timnas Indonesia dari Calon Tim Playoff Darurat Piala Dunia 2026
-
Astra Honda Dream Cup 2026 Kembali Cari Bibit Pebalap Muda Berbakat Indonesia
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Puteri Indonesia 2026 Jadi Arena Pemberdayaan Perempuan, Finalis Didorong Bangun Dampak Nyata
-
Diterjang Banjir, 14 Desa di Sukoharjo Terendam dan Aktivitas Lumpuh
-
5 Motor Listrik dengan Spek Lebih Oke dari Motor Listrik MBG, Harga Lebih Murah Cuma Seperlimanya
-
Kota Solo Terendam Banjir, Warga Kaget Air di Permukiman Mendadak Berwarna Merah Pekat