SuaraBandungBarat.id - Apakah kamu pernah mengalami bau di area miss v berubah menjadi amis dan menyengat? jika, ya, hati-hati! Bisa jadi kamu mengalami vaginosis bakterialis.
Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang diketahui memiliki aroma yang khas yang tidak menyengat, dan tentunya kondisi ini adalah hal yang normal.
Namun, jika aroma yang muncul dari vagina berubah menjadi amis menyengat, cenderung busuk dan disertai dengan keputihan, kemungkinan kamu terkena infeksi bakteri yang disebut dengan vaginosis bakterialis.
Dikutip dari kanal YouTube Dokter 24, menurut healtline, vaginosis bakterialis terjadi karena adanya ketidakseimbangan bakteri dalam vagina.
Pada umumnya, kondisi seperti ini akan menyerang para wanita yang berusia 15 hingga 40 tahun. Baik bagi yang telah melakukan hubungan seksual, penetrasi, ataupun belum.
Kendati belum diketahui secara pasti, apa penyebab terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam vagina, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko wanita mengalami vaginosis bakterialis, di antaranya:
1. Adanya perubahan hormon yang disebabkan menstruasi
2. Memiliki riwayat penyakit menular seksual
3. Merokok
Baca Juga: Babak Baru Kasus Fortuner Hantam Brio: Sopir Dilepas, Mahfud MD Sebut Bak Film Gangster
4. Sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom
5. Pengaruh dari penggunaan obat-obatan tertu
6. Kandungan kimia dalam detergen untuk mencuci pakaian dalam
Selain muncul bau amis, vaginosis bakterialis juga bisa terjadi dengan gejala lain, seperti gatal yang tidak tertahankan, keputihan dengan tekstur yang lebih encer dari biasanya dan warna keputihan berubah menjadi warna keabu-abuan atau menguning.
Tak hanya itu, timbulnya rasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil, serta miss v mengeluarkan darah setelah berhubungan seksual atau bengkak pada bagian vulva (bibir vagina), juga menjadi gejala dari vaginosis bakterialis.
Meskipun vaginosis bakterialis ini bukan termasuk kedalam penyakit menular seksual, namun infeksi ini dapat berkembang menjadi penyakit menular seksual, apabila tidak segera ditangani atau diobati.
Berita Terkait
-
Babak Baru Kasus Fortuner Hantam Brio: Sopir Dilepas, Mahfud MD Sebut Bak Film Gangster
-
Amanda Manopo Hiatus Sosial Media, Kenapa Kira-kira Sebabnya Apa? Simak di sini
-
'Happy Black Valentine' Selebrasi Warganet Usai Sambo Divonis Mati
-
Rizky Billar Tak Terima Disebut Riya, Emang Gimana Tanda Orang Pamer Menurut Islam?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Jersey Baru Timnas Indonesia Bikin John Herdman Iri pada Para Pemain
-
5 Link CCTV Arus Mudik 2026, Bisa Diakses Secara Gratis dan Real Time
-
Sholat Idulfitri 2026 Jam Berapa? Ini Bacaan Niat, Tata Cara hingga Ketentuannya
-
Pegadaian Championship: Jaga Atmosfer Kompetisi, Kendal Tornado FC Jamu Persibangga
-
Selisih Harganya Fantastis! Drone Shahed Iran Rp320 Juta vs Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
-
YLBHI: Negara Wajib Ungkap Pelaku Teror Andrie Yunus dan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan
-
Alami Patah Kaki, Riwayat Cedera Ole Romeny Bikin Timnas Indonesia Was-was
-
BYD Siapkan SPKLU Fast Charging di Posko Mudik Lebaran, Eksklusif untuk Konsumen
-
5 Rekomendasi Tempat Bukber Bersama Alumni Sekolah di Puncak Bogor untuk Ramadan 2026