News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 07:39 WIB
Daycare Little Aresha disegel polisi. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Polresta Yogyakarta mengonfirmasi keterlibatan seorang hakim berinisial RIL sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan di Daycare Little Aresha.
  • Badan Pengawasan Mahkamah Agung berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki keterlibatan oknum hakim tersebut dalam operasional daycare tersebut.
  • Polisi telah menetapkan tiga belas tersangka, termasuk Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah, atas kasus yang terjadi di Yogyakarta.

Suara.com - Polresta Yogyakarta mengonfirmasi adanya keterlibatan oknum hakim dalam struktur organisasi Daycare Little Aresha. Nama oknum tersebut telah beredar di media sosial sejak kasus ini mencuat.

Berdasarkan informasi yang beredar, oknum berinisial RIL itu tercatat menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan di lembaga penitipan anak tersebut.

"Iya, sudah terkonfirmasi (hakim)," kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian saat ditemui, Senin (27/4/2026).

Menyusul temuan ini, Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA) dilaporkan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. 

"Memang tadi sudah ada Bawas dari MA datang ke sini untuk melakukan koordinasi. Bahkan nanti Bawas dari MA besok ingin melihat langsung pemeriksaan terhadap para-para tersangka. Apakah ada keterlibatan dari Dewan Pengawas itu dalam pengoperasionalan daycare ini," ungkapnya.

Pihak kepolisian sejauh ini masih fokus pada pemeriksaan Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung. Adapun kedua orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski demikian, penyidik akan terus menggali keterangan dari para tersangka yang sudah ditahan maupun saksi lain. Sejauh ini sudah ada 13 orang tersangka yang ditahan. 

Mereka di antaranya DK (51) sebagai Ketua Yayasan dan AP (42) sebagai Kepala Sekolah. Sementara itu ada 11 pengasuh yakni FN (30), NF (26), LIS (34), EN (26), SRM (54), DR (32), HP (47), ZA (30), SRJ (50), DO (31), dan DM (28).

Adrian bilang Polresta Yogyakarta masih berkoordinasi lebih lanjut dengan Bawas dari Mahkamah Agung.

Baca Juga: Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak

"Ya kita nanti lihat perkembangan besok, lihat perkembangan pemeriksaan dari Bawas, pengawas dari MA," tandasnya.

Load More