SuaraBandungBarat.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat mencatat korban keracunan di Kampung Cilangari RW 11 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat berjumlah 109 orang. Dua orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Cililin.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Wijayanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang ada dalam nasi box yang dikonsumsi masyarakat.
“Dinkes mengambil sampel di dalam nasi kotak yakni nasi putih, ayam goreng, tumis bihun, tumis kentang. Hasil uji laboratorium sudah terbit. Di dala nasi putih ternayaa positif ada bakteri Staphylococcus aureus. Sedangkan sampel lainnya aman dari bakteri dan cemaran bahan kimia lainnya," katanya Jumat (17/2/2023).
Ia menambahkan, bakteri yang menjadi penyebab keracunan tersebut memiliki sifat resistensi terhadap panas. Biasanya, bakteri ini ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan.
"Jika makanan terkontaminasi, bakteri ini dapat berkembang biak di dalam makanan dan menghasilkan racun yang dapat membuat orang sakit. Bakteri Staphylococcus aureus dapat dibunuh dengan proses pemasakan, tetapi racunnya tidak hancur dan masih dapat menyebabkan penyakit," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, kemungkinan besar bakteri tersebut berkembang biak dan berubah menjadi racun lantaran terdapat dalam makanan. Selanjutnya, racun tersebut terdapat dalam jumlah banyak dan tidak memiliki tanda-tanda pembusukan, seperti bau yang tidak sedap.
"Makanan yang tidak dimasak setelah penanganan seperti irisan daging, produk unggas dan telur, susu dan produk susu, puding, kue kering, sandwich, dan lainnya sangat berisiko terkontaminasi Staphylococcus aureus," katanya.
Salah seorang keluar korban keracunan, Bubun (50) mengatakan, peristiwa yang mengakibatkan kelima anggota keluarganya harus menjalani perawatan tersebut berawal ketika istri, anak dan cucunya ini mengkonsumsi makanan yang diberikan pada sebuah kegiatan keagamaan yang berlangsung di lingkungan tempat tinggalnya.
“Awalnya muntah-muntah dan BAB terus keluar dan saya pun bertanya ada apa ini dan saya cek ke yang lainnya sudah begitu saja semua sama dan tergeletak semua,” katanya saat ditemui di RSUD Cililin, Rabu (15/2/2023).
Baca Juga: Kawal Terus! Petugas LPSK Bakal Dampingi Bharada E Selama di Sel Demi Menjamin Keselamatannya
Ia menambahkan, keluarganya menerima nasi box tersebut sebelum kegiatan keagamaan ini berlangsung. Walaupun ia mengaku tidak tahu pasti nasi yang diberikan panitia kepada keluarganya pada hari itu.
“Awalnya itu ada nasi bungkus, tidak tahu nasi itu apa nasi kuning atau nasi putih saya tidak tahu warnanya. Karena posisinya saya sedang tidak di rumah. Hanya saja, kata istri saya itu habis makan nasi bungkus,” jelasnya.
“Nasi bungkus itu dibagikan panitia acara itu sore harinya sebelum kegiatan dimulai. Dalam nasi bungkus itu yang saya dengar dari istri saya, nasi, daging, tumis dan sayur,” imbuhnya.
Ia menyebut, keluarganya ini mulai merasakan gangguan kesehatan pada Minggu (12/2/2023) shubuh dengan merasakan mual, muntah-muntah dan diare. Lalu dirinya segera mencari pertolongan untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Lalu minggu malamnya dirujuk ke rumah sakit CIlilin pada Minggu malam. Sebelum dirujuk dirawat dulu di Puskesmas DTP Gununghalu. Istri dan anak saya satu dirawat di Gununghalu dan yang tiga dirawat di RSUD Cililin,” tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Klarifikasi Federico Valverde Usai Dilaporkan Ribut dengan Aurelien Tchouameni
-
Bomber Persib Andrew Jung Tak Sabar Bantai Persija di Samarinda
-
Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Dirigen Viking Yana Umar Bilang Begini
-
Terpopuler: Viral Klarifikasi Homeless Media, 7 HP Midrange RAM Besar Baterai Jumbo
-
Terpopuler: 5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Zodiak Panen Keberuntungan Hari Ini
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Persipura Jayapura Siap Mati-matian Hadapi Adhyaksa demi Tiket Promosi
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa