SuaraBandungBarat.id- Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung Barat terus melakukan upaya penyelesaian persoalan aset yang ada di wilayahnya. Hal tersebut sebagai upaya untuk tetap mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Kepala BKAD Kabupaten Bandung Barat, Heru BP menjelaskan, hingga saat ini penyelesaian persoalan aset yang sebelumnya menjadi temuan BPK terus berprogress. Hal tersebut dibuktikan dengan terus melakukan sertifikasi terhadap aset yang dimiliki oleh Pemkab Bandung Barat.
“Salahsatunya adalah penyelesaian aset. Aset-aset tersebut memang ada temuan tahun sebelumnya dan kita sampai saat ini terus berproggress dalam rangka penyelesaian temuan-temuan perihal aset,” katanya saat dihubungi, Selasa (21/2/2023).
Ia menambahkan, pada anggaran tahun 2022 lalu setidaknya 260 lebih tanah milik Pemkab Bandung Barat yang sudah disertifikatkan dan rencananya jumlah aset yang akan disertifikatkan targetnya bakal terus ditambah setiap tahun.
“Terhadap aset-aset yang bersertifikat dalam tahun anggran 2022 ini yang kemaren dilaksanakan kita sudah mensertifikatkan tanah pemerintah daerah kurang lebih 260 an sertifikat lebih dan tahun ini pun terus dikembangkan terus berproses dan mudah-mudahan tahun ini bisa sampai ke 300 sertifikat,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, upaya penyelesaian persoalan terkait aset Pemkab Bandung Barat yang menjadi temuan BPK hingga saat ini terus berproses dan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
“InshaAllah kita juga ingin berproggress agar tanah-tanah milik pemerintah semuanya mempunyai dasar hukum yang kuat untuk sertifikat tahun yang jelas. Terdapat temuan-temuan BPK sebelumnya sudah berprogggress untuk selalu menyelesaikannya baik tanah maupun aset-aset yang bergerak,” katanya.
Heru menegaskan, pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh aset yang dimiliki Pemkab Bandung Barat terutama limpahan dari Kabupaten Bandung bakal segera disertifikasi untuk memastikan aset yang dimiliki Pemkab Bandung Barat aman.
“Semuanya sertifikat yang berasal dari induk kita coba untuk urus sertifikatnya. Kita targetkan dalam mungkin dalam lima tahun kedepan sertiikat-sertifikat tanah ini bisa segera terwujud,” katanya. (*)
Baca Juga: Helikopter Tim Evakuasi 2 Jam Berputar-putar, Kapolda Jambi hingga Pilot Lebih Dahulu Dievakuasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar