- Partai Golkar mendukung keputusan Presiden Prabowo bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (BoP) sebagai politik luar negeri konstitusional.
- Keputusan ini diambil secara matang oleh Presiden Prabowo untuk memastikan suara negara Muslim didengar dalam isu Palestina.
- Indonesia di BoP berperan sebagai kekuatan penyeimbang, mengalir tanpa hanyut, demi keadilan sosial dan kemanusiaan.
Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) mendapat dukungan dari Partai Golkar.
Hal itu dinilai sebagai perwujudan nyata dari politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan konstitusi dan prinsip bebas aktif yang dinamis.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Politik Luar Negeri, Idrus Marham, menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat dalam sesuai arahan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia di BoP Gaza bukanlah langkah reaktif, melainkan keputusan yang matang.
“Berkait dengan mengapa Indonesia menerima tawaran masuk ke dalam BoP, Bung Bahlil yakin Prabowo sudah masak berpikir. Ini keputusan matang, tidak reaktif!” ungkap Idrus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Idrus menjelaskan bahwa membela kemerdekaan Palestina dan menyelesaikan krisis kemanusiaan di Gaza adalah mandat Pembukaan UUD 1945.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia tidak bersifat netral secara pasif, melainkan berpihak pada keadilan sosial dan perdamaian abadi.
“Politik luar negeri Indonesia itu bukan bersifat pasif dan netral. Dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 sudah jelas, kita berpihak pada nilai-nilai konstitusi,” ujar Idrus.
Menanggapi kekhawatiran bahwa Indonesia akan terbawa arus kepentingan negara besar, Idrus menekankan filosofi “bebas aktif yang mengalir, tapi tidak hanyut”.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
Menurutnya, Indonesia harus aktif di berbagai forum dunia sebagai mitra, bukan musuh, guna memengaruhi kebijakan global demi kepentingan nasional dan kemanusiaan.
“Bebas aktif itu bukan berarti kita tidak masuk ke mana-mana. Kita bisa masuk ke semua forum, semua kelompok. Prinsipnya mengalir, tapi tidak hanyut,” tegas Idrus.
Idrus menambahkan bahwa Presiden Prabowo memandang BoP sebagai ruang untuk memastikan suara negara-negara Muslim tetap terdengar dalam proses pengambilan keputusan terkait masa depan Palestina.
Ia menekankan bahwa posisi Indonesia adalah sebagai kekuatan penyeimbang agar keputusan tidak hanya didominasi satu pihak.
“Perhatikan bagaimana Presiden Prabowo meyakinkan bahwa keterlibatan ini merupakan komitmen kemanusiaan Indonesia secara lebih efektif dan langsung kepada masyarakat di Gaza. Bukan sekadar ikut arus,” tambahnya.
Lebih lanjut, Idrus menilai kehadiran Indonesia bersama negara-negara Muslim berpengaruh lainnya seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, dan Qatar di dalam BoP akan memberikan dampak kualitatif dalam mengawal aspirasi kemerdekaan Palestina.
Berita Terkait
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Prabowo dan PM Australia Teken Traktat Keamanan Bersama
-
Tak Mau Ingkari Putusan Munas Golkar, Bahlil Tegaskan Bakal Dukung Prabowo-Gibran hingga Selesai
-
Aksi Jumat untuk Palestina, Massa Minta Indonesia Tinggalkan Board of Peace
-
Prabowo Kumpulkan Pengurus hingga Anggota DPR Fraksi Gerindra di Kertanegara Nanti Malam, Ada Apa?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk