SuaraBandungBarat.id- Stok beras di Kabupaten Bandung Barat menjelang bulan ramadhan dipastikan aman. Bahkan salah satu kebutuhan pokok masyarakat tersebut aman hingga empat bulan ke depan.
Kepala DPKP KBB, Lukmanul Hakim menjelaskan, melimpahnya stok beras tersebut juga akan berdampak pada menurunnnya harga beras di pasaran yang sempat mengalami kenaikkan.
"Akhir Februari sampai Maret 2023 bakal masuk masa panen raya, jadi stok beras di petani melimpah. Makanya, kebutuhan untuk Hari Raya Idul Fitri Insya Allah aman," katanya, Rabu (22/2/2023).
Ia menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki produksi Gabah Kering Giling (GKG) per Januari-April menunjukkan hasil yang optimal yakni mencapai 58.849 ton. Di sisi lain, perkiraan kebutuhan beras masyarakat mencapai 58.186 ton.
"Itu menandakan ada surplus 3,521 ton dan itu juga sudah berdasarkan analisis kebutuhan yang meningkat selama ramadan dan Idul Fitri," katanya.
Ia menyebut,pada akhir tahun lalu pasokan beras ke pasaran mengalami penurunan yang signifikan. Oleh karena itu, hal tersebut berdampak pada kenaikkan harga beras di pasaran lantaran stok beras berkurang namun permintaan tetap tinggi.
"Luas lahan panen di KBB mencapai 9.137 hektare dan didominasi berada di wilayah selatan seperti Rongga, Gununghalu, Sindangkerta, CIlilin, Cipongkor, dan Cihampelas sementara itu di wilayah utara lebih pada tanaman hortikultura atau sayuran," katanya.
Lebih lanjut mengatakan, untuk saat ini agar kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Bandung Barat terpenuhi pihaknya bekerjasama dengan pihak Bulog. Setidaknya, ada tiga agen resmi yang menjalin kerja sama dengan Bulog, yaitu di Batujajar, Padalarang dan Cikalongwetan.
"Dengan begitu, saat masuk panen raya ditambah pasokan dari Bulog akan mampu mengembalikan harga beras di pasaran kembali normal," katanya.
Baca Juga: Rekam Jejak Zainudin Amali, Secara Informal Nyatakan Mundur dari Kursi Menpora Demi PSSI
Ia menegaskan, hingga saat ini Pemkab Bandung Barat memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) beras pada tahun 2022 yang tersimpan di Bulog sebanyak 10 ton. beras tersebut merupakan buffer stok yang akan didistribusikan ke daerah rawan pangan di KBB dan juga daerah yang terkena bencana alam.
"Rencananya tahun ini akan ada pendistribusian ke desa-desa rawan pangan. Nantinya pihak Bulog akan mendistribusikan berdasarkan pewaktuan yang telah ditetapkan Pemda KBB," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tragedi Nobar Piala Dunia 2026: Suporter Yordania Tewas Terinjak-injak
-
Menelusuri Kehidupan Sosial Batavia di Buku Jean Gelman Taylor
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!