SuaraBandungBarat.id- Status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada peristiwa keracunan massal di Kampung Cilangari, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat resmi dicabut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat.
Sekretaris Dinkes Bandung Barat Ridwan Abdullah Putra mengatakan, seluruh pasien yang menjalani perawatan baik di Puskesmas DTP Gununghalu maupun RSUD Cililin seluruhnya sudah dinyatakan sembuh dan telah kembali ke rumah masing-masing.
“Status KLB telah dicabut sejak Senin 20 Februari 2023, Alhamdulillah seluruh pasien yang dirawat sudah pulih. Dengan begitu status KLB keracunan kita cabut," katanya saat dihubungi Rabu (22/2/2023).
Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat saat itu. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab keracunan massal di wilayah tersebut.
"Jadi ada dua bakteri pemicu keracunan. Pertama Staphylococcus aureus, ditemukan di nasi dan E. coli di dalam sumber air yang dipakai untuk memasak. Diduga yang paling kuat pemicu keracunan dari E. coli," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun menerbitkan rekomendasi agar warga setempat tidak langsung mengkonsumsi air tanpa dimasak terlebih dahulu.
“Warga harus benar-benar mendidihkan air hingga 100 derajat agar bakteri dalam air mati dan aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Puskesmas tatkala akan menyajikan konsumsi dalam skala besar agar petugas bisa memastikan kuliner yang disajikan dalam kondisi aman, sehat dan bersih.
"Kita imbau air harus selalu dimasak sebelum dikonsumsi supaya bakteri mati. Terus pembuatan konsumsi skala besar harus koordinasi dengan petugas kesehatan setempat agar dicek dulu dan aman," katanya.
Baca Juga: BLACKPINK Akan Gelar Encore Konser BORN PINK di Stadium Terbesar Thailand
Seperti diketahui, kejadian keracunan massal akibat makanan di Kampung Cilanggari ini terjadi, pada Sabtu (22/2/2023) yang mengakibatkan sebanyak 106 orang mengalami keracuanan dan dua prang diantaranya meninggal dunia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
4 Rekomendasi Sepatu Lokal Harga Rp 300 Ribuan dengan Kualitas World Class
-
Tak Terima Ibunya Disebut 'Penyakitan', Pria di Pandeglang Cekik Kekasih hingga Tewas
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
PFI Bogor Gelar Bedah Foto APFI 2026, Soroti Risiko dan Etika Jurnalisme Visual Dunia
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif