SuaraBandungBarat.id - Karyawan atau para pekerja adalah manusia biasa sebagaimana kita semua, mereka memiliki takwa dan ketakutan kepada sang pencipta yang dapat membuatnya menjadi pekerja yang jujur.
Tetapi, mereka pula memiliki nafsu yang dapat membuat seorang berbuat tidak jujur atau curang.
Para karyawan juga memiliki tabiat-tabiat yang berbeda, ada yang cekatan dan rajin tetapi ada pula yang pemalas. Tetapi, dibandingkan dengan pemalas tentunya perusahaan akan lebih banyak dirugikan oleh seorang yang berbuat curang.
Bentuk kecurangan dari seorang karyawan terhadap perusahaannya diartikan sebagai perilaku untuk memanipulasi laporan atau lain sebagainya dengan tujuan memperoleh keuntungan untuk dirinya sendiri.
Lantas, apa yang musti dilakukan oleh kita saat mendapati seorang karyawan atau bahkan ia adalah rekan kerja kita sendiri yang berbuat curang kepada perusahaannya? Berikut adalah jawaban Buya Yahya.
"Jika ada kemungkaran terjadi di hadapan kita itu kan kita harus melihat martabat kita, yang jelas pertama harus ingkar terlebih dahulu dengan perbuatan tersebut" buka penjelasan Buya Yahya.
"Kemudian martabat selanjutnya, mungkin Anda bukan orang yang hanya ingkar tetapi mempunyai martabat untuk berbicara langsung dengan dia (orang yang melakukan kecurangan) dan itu sudah pasti bahwa ia melakukan kecurangan bukan dugaan, harus dipastikan dulu," terangnya lebih lanjut.
Artinya, sebelum menegur harus dipastikan bahwa seseorang yang kita tuduh melakukan kecurangan jika tidak maka ditanyakan (klarifikasi).
Setelah berbicara dengannya dan ia ternyata tidak melakukan perubahan. Maka tahap selanjutnya adalah melaporkannya ke atas.
Baca Juga: 4 Bahan Pakaian Ketika Musim Dingin, Bisa Buat Badan Kamu Tetap Hangat Loh
"Dan jangan perlu takut, ndak boleh takut kecuali kepada Allah, karena urusannya adalah dengan amanah" pungkasnya.
Tetapi, ia memberikan keterangan bahwa jika tidak bisa melakukan perbaikan maka lakukan dengan pengingkaran dalam hati, ketika dapat melakukan dengan lisan maka lakukan dengan menasihati dan bertanya dan jika lebih daripada itu maka lakukan dengan kekuasaan yang dimiliki.
"Karena ini urusan amar ma'ruf nahi munkar," tuturnya. (*)
Sumber: YouTube Buya Yahya
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?