SuaraBandungBarat.id - Ternyata dalam menerima tamu tidak dapat dilakukan dengan cara-cara yang biasa lho, karena salah satu dari manfaat memuliakan tamu adalah untuk menjaga silaturahmi.
Dalam Islam, menjaga silaturahmi atau menerima tamu dapat mempererat persaudaraan antara sesama manusia. Namun, bagaimana jadinya ketika tamu tersebut adalah seorang yang bukan mahrom kita?
Untuk itu, berikut adalah beberapa adab dalam menerima tamu yang dijelaskan pula oleh Buya Yahya dalam kanal YouTubenya.
Buya Yahya menerangkan untuk dapat memuliakan tamu harus diawali dengan niat yang mulia dan mengenal kemuliaan, "Jika Anda seorang wanita dan ada tamu laki-laki yang bukan mahrom Anda maka sampaikan bahwa suami sedang tidak ada di rumah, jika ia laki-laki baik-baik maka ia akan mengerti," ungkap Buya Yahya.
Jikapun terjadi dalam kondisi yang ramai maka harus dipastikan siapa yang ada dalam kumpulan tersebut.
"Kemudian, jika Anda seorang laki-laki ada harus tau diri dong, jika Anda ingin berbicara maka lakukan dengan cara mengirim surat atau sebagainya, Anda harus memuliakan istri teman Anda, itu (khalwah) tidak boleh," tuturnya.
Tetapi, sebagian wanita atau yang lainnya menilai perilaku tersebut terlalu ‘lebay’, Buya Yahya mengingatkan bahwa jika tidak mampu untuk menerapkan syariat maka jangan mengingkarinya.
"Anda akan direndahkan oleh Allah (jika meremehkan syariat), biarpun mohon maaf jika guru Anda datang, maka sampaikan pula," tambahnya.
Dan ia pun berujar akan sangat bangga ketika muridnya mengatakan kepada dirinya, jika ada seorang wanita melarangnya datang karena di rumah murid tersebut sedang tidak ada siapa-siapa.
Baca Juga: Jadi Korban Cyberbullying, Perlu Enggak Sih Bahas Pesan Pelaku?
Terakhir, ia menekankan bahwa laki-laki harus dapat menjaga diri dan kehormatannya dan kehormatan orang lain begitu pula wanita diharuskan menjaga kehormatan dirinya. (*)
Sumber: YouTube Al-Bahjah TV
Kontributor: Ehsa Nagara
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi