SuaraBandungBarat.id - Simak berikut ini adalah kumpulan pribahasa Sunda dan artinya bahasa Indonesia.
Pribahasa sunda adalah ungkapan bijak yang telah berkembang dalam masyarakat Sunda dan dipakai sebagai sarana untuk menyampaikan pesan moral, nasihat, dan pengalaman hidup secara singkat dan mudah diingat.
Pribahasa sunda biasanya terdiri dari satu atau dua kalimat pendek dengan kata-kata yang padat dan bermakna dalam.
Pribahasa sunda sering dipakai dalam percakapan sehari-hari sebagai bentuk ekspresi kebijaksanaan atau sebagai bentuk hiburan yang menghibur dengan lelucon dan permainan kata-kata.
Contoh Pribahasa Sunda dan Artinya Bahasa Indonesia
Berikut adalah 10 contoh pribahasa sunda beserta artinya:
· "Loba kandel disiram, lumpat ka palang" -> Artinya: Banyak air yang dituangkan ke lampu minyak, tetapi tetap melompat ke tempat tidur. (Orang yang sangat lelah akan tidur bahkan di kondisi yang buruk sekalipun)
· "Silih asah, silih asuh, silih asih" -> Artinya: Saling mengasah, saling mengasuh, saling mengasihi. (Kunci kesuksesan hubungan baik di antara sesama)
· "Leungit teu ngalunturan, lulumpat teu ngalangkungan" -> Artinya: Jauh tidak akan dekat, dekat tidak akan jauh. (Tidak peduli seberapa jauh atau dekat kita, jika orang itu bukan orang yang tepat, hubungan tidak akan berkembang dengan baik)
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Diwarnai Dua Gol Penalti, Bali United Taklukkan Persis Solo di Maguwoharjo
· "Mata sajati teu kalawan pati" -> Artinya: Mata sejati tidak dengan uang. (Uang tidak dapat membeli kesetiaan)
· "Keneh ka kolong langit, aya-aya wargi" -> Artinya: Di bawah langit yang sama, ada beragam orang. (Kita harus menerima perbedaan dalam masyarakat)
· "Guru kudu ngadamel, murid kudu ngadamelan" -> Artinya: Guru harus mengajar, murid harus belajar. (Semua orang mempunyai tanggung jawab masing-masing)
· "Kurupuk tahu bisi teu nganoh" -> Artinya: Kerupuk tahu yang kecil juga bisa dihidangkan. (Tidak perlu hal besar untuk memberikan kebahagiaan)
· "Kudu sabaraha, kudu sabaraha, ari kasarangan boga sabaraha" -> Artinya: Harus bersabar, harus bersabar, nanti akan dapat hasil yang memuaskan. (Kesabaran adalah kunci kesuksesan)
· "Bari nyasak pangareupan, bari nguak pangabdian" -> Artinya: Lebih baik mengasah kecerdasan, daripada hanya mengandalkan kekuatan fisik. (Kecerdasan lebih penting daripada kekuatan fisik)
· "Kurungkeun kalepatan, nangtung kalepatan, ngeunaan kalepatan" -> Artinya: Hindari kesalahan, perbaiki kesalahan, dan pelajari dari kesalahan. (Kesalahan adalah bagian dari proses belajar)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa