/
Senin, 13 Maret 2023 | 17:06 WIB
Ilustrasi Tsunami informasi yang diterima manusia setiap harinya. (freepik/gesalt)

SuaraBandungBarat.id  - Salah satu kemudahan yang diberikan teknologi kepada kehidupan manusia adalah mudahnya mengakses dan menyebarkan informasi yang diterima.


Salah satu dampak yang kemudian lahir dari mudahnya menerima dan mengakses informasi tersebut adalah terjebaknya manusia dalam  kebingungan dan gangguan informasi akibat overdosis informasi yang diterima.


Akhir-akhir ini banyak muncul informasi bohong atau hoaks oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Hoaks sendiri diartikan sebagai informasi yang mengandung informasi salah atau suatu jenis kebohongan.


Implikasi logisnya, jika seorang yang menerima informasi tersebut tidak berhati-hati dan penuh ketelitian maka akan berdampak kepada merugikan diri sendiri dan orang lain.


Untuk itu perlu untuk kiranya dapat membedakan mana informasi yang benar dan berita bohong. Dan Tim Suara Bandung Barat telah merangkum cara membedakan informasi hoak atau tidak:


1. Judul Provokatif Harus Diwaspadai


Berita yang mengandung judul provokatif dan sensasional misalnya dengan langsung menuding pihak tertentu, maka diperlukan kematian-hatian terhadapnya. 


Isi dari berita tersebut dapat saja diambil dari berita resmi akan tetapi konten isi serta susunan kalimat dan lain semacamnya diubah sedemikian rupa sehingga menimbulkan persepsi yang negatif kepada salah satu pihak.


Oleh karenanya, jika menemui berita dengan judul provokatif dan sensasional sebaiknya Anda mencari berita serupa dengan referensi yang lebih terpercaya, sebelum mempercayai bahkan hingga menyebarkannya.

Baca Juga: Huh Yunjin LE SSERAFIM Siap Rilis Lagu Solo ke-3 'love you twice'


2. Cermati Alamat Situs Web


Bagi Anda yang menerima informasi yang berasal dari website atau yang mencantumkan URL diharapkan untuk berhati-hati karena beberapa situs kadang belum terverifikasi sebagai insitusi pers resmi.


3. Verifikasi Fakta


Diharapkan untuk memerhatikan dari mana dan bagaimana sumbernya? Apakah berasal dari insitusi resmi seperti Kemenpora, KPK atau lainnya. Termasuk dalam hal ini pun jangan percaya terhadap informasi yang diberikan ormas, ornop dan lain sebagainya.


Selain itu, harap diperhatikan pula keberimbangan fakta serta data yang dipaparkan. Karena jika hanya memuat satu sumber saja ditakutkan pandangan yang diberikan tidak menyeluruh dan utuh.


Hal lain yang kudu diperhatikan oleh pembaca dalam memverifikasi informasi yang diterima adalah dengan dapat membedakan antara opini dan berita berdasarkan fakta.

Load More