/
Rabu, 15 Maret 2023 | 19:13 WIB
Ridwan Kamil kenakan kemeja kuning saat sesi zoom dengan anak-anak SMP Tasikmalaya. (Instagram @ridwankamil)

SuaraBandungBarat.id - Buntut berikan kritik pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, seorang guru SMK di Cirebon dipecat.

Seorang guru SMK di Cirebon bernama Muhammad Sabil Fadilah dipecat dari dua sekolah sekaligus yang menjadi tempatnya mengajar.

Muhammad Sabil diketahui mengomentari unggahan Instagram Ridwan Kamil dengan nada yang dinilai kurang pantas.

Guru yang mengajar di dua sekolah di Cirebon ini memberikan kritik melalui kolom komentar Instagram pribadi Ridwan Kamil.

Sebelumnya Ridwan Kamil mengunggah momen saat dirinya sedang melakukan sesi zoom dengan siswa SMP di Tasikmalaya yang patungan membelikan sepatu untuk temannya.

Kala itu Ridwan Kamil yang mengenakan jas berwarna kuning memberikan apresiasinya untuk anak-anak SMP tersebut.

Namun justru unggahan Ridwan Kamil itu dikomentari dengan kata-kata yang dianggap kasar dalam Bahasa Sunda.

"Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil???? ("Dalam zoom ini, kamu lagi jadi gubernur atau kader partai atau pribadi)," tulis Muhammad Sabil dikutip dari Instagram @ridwankamil.

Kata 'maneh' sendiri dalam Bahasa Sunda khususnya area Priangan Timur dianggap sebagai padanan kata yang kasar.

Baca Juga: Mundur dari Menpora, Gaji Zainudin Amali Jadi Komisaris Bank Mandiri Fantastis

Kata tersebut dianggap tidak pantas dilontarkan pada sembarang orang, terlebih Ridwan Kamil adalah seseorang yang memiliki jabatan tertinggi di Jawa Barat sehingga patut untuk dihormati.

Di sisi lain, menanggapi kabar pemecatan guru honorer yang telah mengkritiknya, Ridwan Kamil pun memberikan reaksinya melalui klarifikasi yang ia unggah di Instagramnya.

"KLARIFIKASI,

Menyikapi hadirnya berita bahwa ada guru SMK diberhentikan oleh yayasannya karena mengkritik saya, yang membuat saya juga kaget, dengan ini saya sampaikan klarifikasi:

1. Seorang pemimpin harus terbuka terhadap kritik walaupun kadang disampaikan secara kasar. Sudah ribuan kritik masuk, dan selalu saya respon dengan santai dan biasa saja. Kadang ditanggapi dengan memberikan penjelasan ilmiah, kadang dibalas dengan bercanda saja.

2. Mungkin karena yang melakukan posting kasar adalah seorang Guru, yang postingannya mungkin dilihat/ditiru oleh murid-muridnya, maka pihak sekolah/yayasan untuk menjaga nama baik institusi memberikan tindakan tegas sesuai peraturan sekolah yang bersangkutan.

Load More