SuaraBandungBarat.id - Tidak semua nyamuk disebut sebagai pembawa virus demam berdara, kenali ciri-ciri nyamuk aedes yang sebenarnya.
Nyamuk Aedes adalah nyamuk kecil yang dikenal sebagai vektor (pembawa) virus Dengue, Chikungunya, Zika, dan demam kuning.
Nyamuk Aedes ini dapat ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis.
Berikut adalah ciri-ciri nyamuk Aedes yang perlu diketahui sebagaimana dikutip dari berbagai sumber:
1. Ukuran Kecil
Nyamuk Aedes memiliki ukuran yang relatif kecil, biasanya antara 2-10 mm. Namun, meskipun kecil, nyamuk Aedes dapat menjadi vektor penyakit yang berbahaya.
2. Warna Gelap
Nyamuk Aedes memiliki warna gelap pada tubuhnya, dengan pola hitam dan putih pada kaki dan sayapnya.
Kepala dan dada nyamuk ini juga memiliki pola hitam dan putih yang khas.
Baca Juga: Laporan Baru CDP Catat Peningkatan Aksi Lingkungan oleh Pihak Swasta di Asia Tenggara
3. Aktif di Siang Hari
Nyamuk Aedes adalah nyamuk yang aktif di siang hari, terutama di pagi dan sore hari. Meskipun nyamuk ini juga dapat menggigit pada malam hari, tetapi biasanya lebih aktif di siang hari.
4. Kaki Panjang
Salah satu ciri khas dari nyamuk Aedes adalah kaki panjangnya yang ramping dan memiliki warna hitam dan putih. Kaki ini juga dilengkapi dengan duri kecil di ujungnya.
5. Berkembang Biak di Air
Nyamuk Aedes biasanya bertelur di air yang mengalir atau tidak mengalir, seperti di dalam tempat penampungan air, kolam ikan, atau vas bunga yang jarang diganti airnya.
Larva dan pupa nyamuk Aedes dapat berkembang biak di air selama 7-14 hari sebelum menjadi nyamuk dewasa.
6. Menggigit pada Bagian Tubuh yang Terbuka
Nyamuk Aedes biasanya menggigit pada bagian tubuh yang terbuka, seperti tangan, kaki, dan wajah.
Nyamuk ini juga lebih suka menggigit pada kulit yang bersih dan tidak ditutupi oleh pakaian.
7. Menimbulkan Rasa Nyeri
Gigitan nyamuk Aedes dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan pembengkakan pada kulit.
Gigitan nyamuk Aedes juga dapat menularkan virus seperti Dengue, Chikungunya, dan Zika, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gejala yang serius.
Dalam rangka untuk mencegah penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes, diperlukan upaya pencegahan seperti menghilangkan tempat-tempat di mana nyamuk dapat berkembang biak.
Dapat juga menggunakan kelambu nyamuk saat tidur, mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan menggunakan obat anti-nyamuk seperti insektisida atau repellent.
Selalu waspada dan segera cari perawatan medis jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan setelah digigit nyamuk Aedes.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci
-
Dibuka Besok Pagi, Ini Link dan Cara Daftar Mudik Gratis 2026 Ditjen Hubdat
-
Sinopsis Ladies on Top, Drama Romcom Jepang Dibintangi Shida Kohaku
-
Link War Tiket Fan Meeting Kim Seon Ho, Cek Daftar Harga dan Keuntungannya
-
KPK Ungkap Modus Mobil Operasional Berpindah-Pindah di Kasus OTT Bea Cukai
-
5 Rekomendasi Model Kaftan Terbaru untuk Lebaran 2026, Anggun dan Elegan
-
Bank Mandiri Region 3 Berbagi Kebaikan Ramadan Lewat Buka Puasa dan Santunan Masyarakat Rentan
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci