suarabandungbarat.id – Kang Sabil menjadi viral karena komentarnya yang menyebut “maneh” di akun instagram Ridwan Kamil. Hal itu membuat sang guru honorer dipecat dari pekerjaannya hingga akhirnya bertemu Dedi Mulyadi.
Beberapa lama setelah berhentinya guru honorer tersebut dari pekerjaanya, membuat seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI, Kang Dedi Mulyadi ingin menemui Kang Sabil yang kini menjadi buah bibir warganet.
Pada perbincangan dengan Kang Dedi Mulyadi, Kang Sabil memberikan penjelasan mengenai awal pekerjaannya hingga berhenti bekerja di sebuah yayasan.
Namun, untuk mengetahui tentang perbincangan antara Kang Sabil dan Kang Dedi Mulyadi hingga pekerjaan baru mantan guru honorer itu, simak selengkapnya yang dikutip dari akun yotube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Pada kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kang Dedi Mulyadi yang pada hari Sabtu, (18/03/2023) lalu tiba di kota Cirebon untuk menemui Kang Sabil yang sebelumnya trending karena menyebut kata “maneh”. Tak lupa beliau juga menyapa pengunjung yang berada di sebuah warung makan.
Tak lama kemudian, akhirnya Kang Dedi Mulyadi bertemu dengan Kang Sabil dan mereka langsung melakukan perbincangan.
Kang Sabil diketahui pernah mengenyam pendidikan di UNISBA atau Universitas Islam Bandung yang lulus tahun 2011 jurusan komunikasi itu memang selalu berbicara bahasa Sunda.
Kang Sabil juga menceritakan saat dirinya bisa mengajar di sebuah sekolah.
“Ada teman kebetulan punya sekolahan SMK, jadi ingin bikin jurusan baru yang memiliki jurusan desain komunikasi visual”, ujar Kang Sabil.
Baca Juga: Segera Sudahi Makan dan Minum, Ini Jadwal Imsakiyah di Batam 24 Maret 2023
Mantan guru honorer itu juga menyebutkan bahwa dirinya tidak mempunyai keahlian pada bidang itu, tetapi pernah belajar tentang bidang tersebut.
“Waktu itu di tahun 2014, dan sudah berjalan di beberapa angkatan, dan sudah banyak siswa dari jurusan itu”, tutur mantan guru honorer tersebut.
Pada tahun 2014, beliau sudah mulai mengajar di sebuah yayasan. Beliau juga sudah aktif di media sosial sejak lama.
“Saya lebih fokus ke digital record, yang artinya kita nyimpan kenangan-kenangan untuk menjadi memori gitu, ya”, ujar Kang Sabil.
Saat ini, kalimat yang terarsipkan dan sedang trending adalah kalimat “maneh”. Lalu, Kang Dedi Mulyadi mengatakan bahwa dirinya merasa bahwa di Sunda asli itu tidak terkena undang-undang.
“Saya termasuk yang menganut bahwa di Sunda asli itu tidak terkena undang-undang. Jadi satu, sunda itu adalah sunda awal orang bilang, yaitu Banten, sebagian Cirebon, sebagian Sukabumi, sebagian Bogor, yang mengarah ke sejarah Pakuan Pajajaran.”, ujar Kang Dedi Mulyadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Yang Masih Lajang: Ujian Wanita Karier yang Berhadapan Tuntutan Pernikahan
-
7 Sifat Orang yang Lahir di Bulan Juli, Penuh Empati dan Mudah Disukai
-
Review 3 AC Portable 1/2 PK Terbaik untuk Kosan, Hemat Listrik Dinginnya Nampol
-
Man Aur Tan Hadirkan Kuliner India Autentik, Lebih Praktis via GoFood dari Manhattan Hotel Jakarta
-
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
-
Eksperimen Gagal Ronald Koeman! Belanda Dihajar Maroko saat Pakai 5 Bek Lagi Setelah 2 Tahun
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna Migran, BRI Peduli Latih 60 Eks PMI di Kabupaten Cirebon
-
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
-
Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?