suarabandungbarat.id - Mendidik anak memang menjadi kewajiban dan tanggung jawab orang tua. Hal itu karena sesungguhnya, anak merupakan titipan Tuhan yang harus dijaga dan dibentuk menjadi pribadi yang baik.
Namun, ada sebagian orang tua yang masih belum memahami tentang cara mendidik anak yang baik.
Memang, tidak ada orangtua yang sempurna. Begitu pun anak, baik orangtua dan anak sama-sama manusia yang pernah melakukan kesalahan.
Berikut ada tujuh kesalahan orangtua dalam mendidik anak yang dikutip dari akun tiktok Rensia Sanvira.
1. Terlalu Mengatur Anak
Orangtua tidak pernah mendukung hobi anak. Tetapi, hanya mengatur seperti tidak boleh ini, itu.
2. Menegur secara Berlebihan
Kalau anak melakukan kesalahan, fokus saja pada kesalahannya saja, dan jangan pada hal-hal lainnya.
3. Tidak Pernah Meluangkan Waktu untuk Mendengarkan Anak
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Burundi: Elkan Baggott Tak Sabar Bermain Bersama Jordi Amat
Hal itu akan membuat anak menjadi malas berbicara dengan orangtua karena merasa tidak pernah didengarkan.
4. Terlalu Protektif
Terlalu protektif seperti ini tidak boleh, itu tidak boleh. Hal ini bukannya melindungi anak, justru akan membuat anak tidak bisa berkembang.
5. Sering Bertengkar di Depan Anak
Ini yang membuat anak menjadi tidak nurut karena dia bingung harus nurutin ibunya atau ayahnya.
6. Memarahi Anak di Depan Orang Banyak
Hal ini akan membuat anak merasa malu.
7. Kebaikannya Tidak Pernah Dihargai ataupun Dipuji
Beberapa anak mungkin saja merasakan ketika kebaikannya tidak pernah dihargai atau dipuji, tetapi justru dicari kesalahannya dan diungkit-ungkit. Hal itu akan membuat anak merasa bahwa kebaikannya tidak ada artinya di mata orangtuanya.
Demikian tujuh kesalahan orangtua dalam mendidik anak. Semoga, pembahasan ini dapat membantu orangtua untuk bisa belajar tentang pola didik anak. (*)
Sumber: Akun tiktok Rensia Sanvira
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak