SuaraBandungBarat.id - Bakal calon Presiden Republik Indonesia, Anies Baswedan dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi penyelenggaraan Formula E oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menpolkumkam) Mahfud MD.
Rumor tersebut dihembuskan melalui unggahan akun YouTube Charta Politik pada Senin (20/3/2023) lalu.
Dengan sampul video yang menyebut bahwa Mahfud MD sudah angkat bicara mengenai kasus Formula E. Dinarasikan juga bahwa menpolkumkam ini telah menetapkan mantan gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai tersangka korupsi.
Video berjudul, "SAH!!! Ditetapkan Hari Ini, Anies Jadi Tersangka Korupsi Formula E!!!??" Dengan bagian sampul menarasikan, "Breaking News. MAHFUD MD ANGKAT BICARA SAH HARI INJ ANIES JADI TERSANGKA KORUPSI FORMULA E,".
Sontak saja video tersebut menuai kontroversi dan tanda tanya, terutama tentang kebenaran isi berita di dalamnya.
Untuk itu, kami menelusuri lebih dalam kebenaran video tersebut dan ditemukan tidak ternyata tidak terdapat keselarasan antara judul, thumbnail dan isi video.
Alih-alih mengabarkan tentang ditetapkannya mantan menteri pendidikan tersebut, video malah membahas tadinya terhadap Mahfud MD yang disebut telah membujuk Presiden Jokowj untuk menjadikan Anies sebagai tersangka kasus korupsi.
Hal ini dimaksudkan agar Anies Baswedan yang digadang-gadang akan maju sebagai Capres 2024 melalui koalisi Perubahan yang terdiri dari Nasdem, Demokrat dan PKS untuk dijegal sehingga tidak jadi dicalonkan.
Dalam tudingan itu, Mahfud telah membantah dan menegaskan bahwa tak ada jajaran kabinet yang memberikan laporan terhadap Jokowi mengenai Anies, apalagi jegal-menjegal terkait Capres.
Baca Juga: Kevin Sanjaya Nikah di Paris, Netizen Julid Singgung Atlet Jadi ASN: Gaya Hidup Mewah Nih!
Maka dapat disimpulkan video tersebut yang menyebut Mahfud MD sudah berbicara dan menetapkan Anies sebagai tersangka adalah berita yang tidak benar, menyesatkan dan hoaks.
Jika memang benar, maka Komisi Pemberantasan Korupsi tentunya akan melakukan siaran pers terkait hal tersebut. Tetapi, nyatanya tidak. (*)
Editor: Ehsa Nagara
Sumber: YouTube Charta Politik
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Parepare, dan Kabupaten Bone, Sabtu 25 Maret 2023
-
Masih Shock Usai Ibunda Meninggal, Adul Menangis sampai Lemas di Makam
-
Selama Ramadhan Jam Kerja ASN Jadi Lebih Cepat, Begini Hitungannya!
-
Kedapatan Perang Sarung Berisi Batu di Jagakarsa, 15 Remaja Langsung Diboyong ke Kantor Polisi
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah
-
Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan
-
Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?
-
Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih
-
Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi
-
4 Perbedaan Jam Tangan Seiko 5 dan Seiko Prospex, Bukan Cuma Desainnya
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka