SuaraBandungBarat.id - Sejarah berdirinya UIN Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ternyata bermula dari sosok ini.
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dulunya dikenal sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, adalah sebuah perguruan tinggi agama Islam negeri yang terletak di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Indonesia.
Didirikan pada tanggal 1 Januari 1957 dengan nama IAIN Jakarta, lembaga ini merupakan perguruan tinggi Islam tertua dan terbesar di Indonesia.
Sejarah berdirinya UIN Jakarta bermula pada tahun 1956, saat Menteri Agama, Prof. H. Mohammad Natsir, mengeluarkan kebijakan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi Islam di Jakarta.
Kebijakan tersebut direspon dengan cepat oleh tokoh-tokoh Islam di Jakarta, yang kemudian membentuk sebuah panitia pendiri IAIN Jakarta.
Setelah melalui proses panjang yang melibatkan banyak tokoh dan pihak terkait, pada tanggal 1 Januari 1957, IAIN Jakarta resmi didirikan dengan ditetapkannya KH. Muhammad Syarif Hidayatullah sebagai rektor pertama.
Pada awalnya, IAIN Jakarta hanya memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam dan Fakultas Adab dan Humaniora.
Seiring berjalannya waktu, IAIN Jakarta terus berkembang dan mengalami perubahan.
Pada tahun 1963, status IAIN Jakarta diubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dengan tambahan tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Syari'ah.
Pada tahun 2013, UIN Jakarta kemudian dipindahkan dari Jakarta ke Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dan pada tahun 2015, namanya diubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikianlah sejarah berdirinya UIN Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Profil dan Kekayaan Mochtar Riady yang Mau Jual One Raffles Place Singapura
-
Celengan Ramadan: Menanam Disiplin Finansial Sejak Dini
-
Update 32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Februari 2026: Ada Pele, Al Jaber, dan Noor Gratis
-
Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah
-
Awas! Kaspersky Temukan Situs Weverse Palsu Incar Fans BTS Arirang Tour
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
98 Ribu Guru Madrasah Ikut PPG, Kemenag: Jika Lulus, Bisa Terima Tunjangan Profesi Tahun Depan
-
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris
-
Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan