SuaraBandungBarat.id - Kabar Alshad Ahmad yang pergi liburan di tengah hubungannya yang hampir kandas dengan Tiara Andini kerap menjadi sorotan publik. Pasalnya, karena dirinya malah pergi berlibur di tengah isu dirinya yang dikabarkan hamili sang mantan, Nisa Asyifa.
Tidak hanya berlibur, Alshad Ahmad bahkan berencana untuk membeli jerapah seharga 3 Milyar di Afrika. Padahal beberapa kali Kekasihnya, Tiara Andini terlihat sedang berduka di layar kaca.
Sontak hal tersebut menjadi buah bibir dikalangan netizen. Banyak dari penggemar yang merasa geram dengan kelakuan Alshad Ahmad, bahkan dirinya sempat disebutkan sudah tak peduli dengan isu tersebut.
disamping hal itu, beberapa pakar menaruh perhatian terhadap sikap Alshad Ahmad yang pergi berlibur, seperti pakar kejiwaan manusia atau seringkali disebut dengan Psikolog
Dilansir SuaraBandungBarat.id, Nurchayati selaku psikolog mengungkapkan makna video Alshad Ahmad yang tampak senang melihat jerapah di Afrika
"Pada dasarnya seseorang yang dihadapkan oleh tekanan, atau hal-hal yang membuat cemas, maka secara alami dia akan melakukan berbagai tindakan strategis psikologis untuk membuat kenyamanan, satu bentuk pertahanan diri yang kita sebut defense mekanisme yang tujuan akhirnya mempertahankan citra dirinya agar tetap positif dan membuat dirinya nyaman," ungkap Nurchayati dalam kanal YouTube CumiCumi, Rabu, (29/3/2023).
Berdasarkan pengamatan psikolog, tindakan Alshad Ahmad merupakan suatu bentuk pengalihan emosional negatif terhadap isu dirinya dengan Tiara Andini agar tetap dalam zona positif.
"Berbagai macam cara dilakukan, terutama salah satunya dengan melakukan tindakan sadar yang pengunaanya itu untuk mengalihkan perasaaan atau emosi negatif kepada tindakan yang berbeda atau tidak ada hubungannya dengan konflik tersebut,"
Akan tetapi, Nurchayati juga memberikan catatan penting terkait defense mekanisme tersebut. Pasalnya, defense mekanisme secara tidak langsung merupakan alasan untuk melarikan diri.
Baca Juga: Dipakai King Nassar di RS, Ini 5 Penyakit yang Butuh Pakai Konsentrator Oksigen: Ada yang Menular!
"Defense mekanisme secara tidak langsung bisa dikatakan sebagai cara seseorang untuk melarikan diri. Maka tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka waktu lama," pungkas psikolog, Nurchayati yang turut mengamati Alshad Ahmad.
Menurut kalian gimana nih? Benarkah liburannya Alshad Ahmad sebagai cara untuk menghindari kecaman publik? atau justru liburannya telah direncanakan sebelum isu ini beredar?.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?