/
Rabu, 19 April 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi orang yang sedang beribadah. Selain itu, ada keutamaan berpuasa di bulan syawal. (pexels)

Artinya, puasa sunnah di bulan syawal bisa dilakukan menggunakan dua cara, bisa berurutan seperti hari kedua, hari ketiga, hari keempat, dan seterusnya. Namun tidak dianjurkan berpuasa di hari pertama bulan syawal karena haram hukumnya.

Namun, jika ada kondisi yang dilakukan  sehingga tidak memungkinkan puasa berurutan, maka boleh diselingi, misalnya hari ini puasa, besoknya tidak puasa, lalu besoknya puasa lagi, dan seterusnya.

Yang ketiga, persoalan fiqih yang tidak kalah penting adalah bagaimana jika ada yang masih memiliki hutang berupa qadha. Biasanya, kasus ini melekat pada Muslimah yang datang haidnya dalam masa Ramadhan itu yang menjadikan puasanya mendapatkan kesempatan qadha seperti pesan dalam surah Al-Baqarah ayat 184.

Maka, jika bertemu qadha yang sifatnya wajib, adabnya didahulukan yang qadha. Memang betul, qadha ini masanya lebih panjang, ada kurang lebih sebelas bulan mendatang mulai dari bulan syawal sampai bulan sya’ban berikutnya.

Sebagai informasi, bahwa ajal itu tidak ada yang tahu kapan akan datang. Jadi, daripada berpulang dalam keadaan status masih berhutang, lebih baik selesaikan qadhanya, kemudian setelah selsai qadha, baru kita memasuki puasa syawal.

Nah,  itulah keutamaan-keutamaan melakukan puasa di bulan syawal. Semoga amalan-amalan puasa dan kebaikan kita menjadi berkah.(*)

Sumber: akun tiktok  Sebar Hidayah

Load More