SuaraBandungBarat.Id – Guru Gembul adalah seorang guru yang memiliki channel di Youtube, dan pada kesempatan kali ini. Guru Gembul hadir dalam sebuah acara Tanya Dokter Richard Lee.
Guru Gembul mengungkapkan mengapa agama di Indonesia ini, bisa menjadi sesuatu hal yang sensitif di kalangan masyarakat Indonesia.
Dan menurutnya banyak orang yang bermaksiat, yang menjadikan agama sebagai tameng untuk menutupi kelakuan jahat seseorang.
“Karena banyak orang yang maksiat, misalkan maksiat itu misalkan gini ya. Misalkan ya, dia jahat bagaimana caranya agar terlihat baik. dia gunakan agama itu sebagai tameng untuk menutupi kejahatannya,” kata Guru Gembul dikutip Selasa, (09/05/2023).
Guru Gembul memberikan contoh yang sering kali kita lihat, yaitu orang yang mempunyai niat jahat dengan memukuli orang lain.
Agar bisa memberikan kesan yang baik terhadap orang yang melihatnya, seseorang yang berbuat jahat tersebut, membunyikan sebuah dalil untuk menjadi topengnya.
“Dia misalkan pengen gebukin orang, jahat kan. Agar dia terkesan baik maka dia katakan, saya gebukin orang tuh ada dalilnya ini,” ucapnya.
Perbuatan-perbuatan seperti itulah, yang bisa menjadikan agama menjadi sesuatu yang paling sensitif di kalangan masyarakat.
“Jadi agama itu dijadikan tameng, untuk menutupi kejahatannya. Dan orang-orang yang seperti itu, akan membuat agama menjadi sesuatu yang sensitif,” lanjut Guru Gembul.
Baca Juga: Real Madrid vs Manchester City: Peluang Erling Haaland Lampaui Rekor Gol Lionel Messi
Hal-hal tabu yang sering dibicarakan, baik itu agar terkesan baik dihadapan orang banyak. Maka agama disinilah yang berperan penting, agar secara moral mereka yang melakukan motif jahat mereka merasa terlindungi. (*)
Sumber Berita : Youtube / dr. Richard Lee, MARS
Berita Terkait
-
Pesan Dari Prabowo Subianto Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, untuk Menentukan Pemilihan Capres 2024!
-
Korban TPPO Asal Cimahi Akhirnya Bisa Keluar dari Myanmar, Begini Cerita Pembebasannya
-
Timnas Indonesia vs Kamboja: Garuda Muda Tak Gentar Hadapi Tekanan Suporter Tuan Rumah
-
Hat-trik Emas SEA Games Bakal Jadi Bekal Timnas Voli Putra Indonesia Bersinar di Level Asia
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bau Rokok Membandel di Mobil Bekas? Coba 5 Cara Menghilangkannya dengan Bahan Alami
-
Nilai Transaksi Kripto Nyaris Rp122 Triliun dalam 5 Bulan, Anak Muda Jadi Penggerak Utama
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Pecah Kongsi Pemkot Bandung! Wawali Erwin Buka-Bukaan Tak Pernah Diajak Bicara oleh Walikota Farhan
-
Syok Saat Kondangan! Orang Tua di Bekasi Pergoki Pembunuh Anaknya Bebas Berkeliaran
-
Rudy Susmanto Minta KPK dan Jaksa Kawal Pembebasan Lahan 2 Proyek Raksasa Bogor
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah