SUARA BANDUNG BARAT - Tanggal 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Ini adalah sebuah hari bedirinya sebuah Organisasi Budi Utomo.
Adanya Organisasi Budi Utomo sekaligus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tepatnya tanggal 20 Mei ini diketahui dibentuk oleh sekelompok mahasiswa. Mereka memanfaatkan sebuah kebijakan politik pada masa itu.
Namun, tahukah Anda tentang sejarah Hari Kebangkitan Nasional di tanggal 20 Mei sekaligus berdirinya Organisasi Budi Utomo?
Oleh karena itu, mari mengenal sejarah Hari Kebangkitan Nasional tiap tanggal 20 Mei, dimana itu juga sebagai terbentuknya Organisasi Budi Utomo, sebagaimana dikutip dari akun tiktok OSIS SMPN 68.
Lahirnya hari kebangkitan nasional ditandai berdirinya organisasi Budi Utomo. Budi Utomo berasal dari bahasa sansekerta, yaitu Budhi yang artinya keterbukaan, jiwa, pikiran, kesadaran, dan Utomo yang artinya tingkat pertama atau sangat baik.
Organisasi Budi Utomo lahir pada 20 Mei 1908. Tujuan organisasi Budi Utomo adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan dan kebudayaan.
Budi Utomo dibentuk oleh para mahasiswa Stovia. Mereka memanfaatkan kebijakan politik etis yang diberikan pemerintah kolonial.
Adapun poitik etis berupa:
1. Edukasi,
Baca Juga: Selamat! Farhana Nariswari Dinobatkan Sebagai Puteri Indonesia 2023
2. Irigasi, dan
3. Transmigrasi
Hadirnya politik etis ini dimanfaatkan oleh Dokter Wahidin. S. Ia giat mencari bantuan dana untuk masyarakat yang pandai namun tidak mampu, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Budi Utomo mengubah metode perjuangan Indonesia, dari perjuangan secara fisik menjadi diplomasi atau non fisik, seperti dialog atau negosiasi. Budi Utomo juga mengubah perjuangan bersifat kedaerahan menjadi perjuangan yang bersifat nasional.
Ini karena Budi Utomo, munculnya banyak organisasi lain yang ikut serta untuk mengembangkan kondisi masyarakat Indonesia pada saat itu. Contoh, organisasi lain seperti Sarekat Islam, Perhimpunan Indonesia, Tri Koro Dharmo, atau Jong Java, Jong Minahasa, dan lain-lain.
Jadi, organisasi termasuk hal yang penting untuk meraih kemerdekaan. Ini karena di dalam organisasi itu, mereka bisa bermusyawarah tentang berbagai masalah.
Contohnya, tentang kemerdekaan Indonesia, dan masalah politik lainnya. (*)
Sumber: akun tiktok OSIS SMPN 68
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pelaksaanaan Sensus Ekonomi 2026 di Berbagai Daerah
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
3 Sandal Crocs Diskon 70 Persen di Sports Station, Bisa Hemat Ratusan Ribu!
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah
-
Kenalkan Karakter Baru, Ini Tampilan Perdana Film The Angry Birds Movie 3
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026