SUARA BANDUNG BARAT - Film horor kembali mewarnai bioskop tanah air, setelah sebelumnya film horor turut juga meramaikan khazanah film Indonesia seperti Sewu Dino dan Khanzab.
Kini giliran film Jin Khodam yang meramaikan perfilman tanah air dana dapat menjadi pilihan yang tepat bagi kamu yang mau mencoba adrenalin nonton keseruan film horor garapan sutradara Dedy Mercy.
Barangkali, dari sahabat pembaca sudah tidak asing dengan istilah Jin Khodam, konon katanya jin yang satu ini adalah sebutan bagi jin yang senantiasa mendampingi manusia.
Jin Khodam sendiri seringkali masuk dalam kategori jin yang baik dan tidak semua orang memiliki khodam pendamping. Karena dikatakan khodam pendamping tersebut hanya akan mengikuti orang-orang yang rajin beribadah dan dekat dengan amalan-amalan kebaikan kepada Tuhannya.
Premis inilah yang kemudian diangkat oleh sutradar Dedy Mercy dan Tema Patrosza ke dalam sebuah film dengan nuansa baru. Film yang mengisahkan Bagas (Boy Hamzah) yang pulang ke kampung halamannya setelah sekian lama tinggal di pondok pesantren.
Saat itu, kampung Bagas sudah dapat dikatakan jauh daripada ajaran agama, ia bertekad untuk kembali menghidupkan kegiatan keagamaan dan meluruskan kembali norma lama yang telah hilang.
Meskipun, usahanya tersebut ternyata mendapat tentangan dari Wirya (Ray Sahetapy), orang kaya di kampungnya yang merasa terganggu akan kehadiran Bagas dengan rencanya. Karenanya kemudian ia akan menyingkirkan Bagas dengan dibantu enam orang lain untuk menewaskan Bagas.
Pada suatu malam, Bagas pun tewas ditangan Wirya. Namun anehnya ketika menjelang azan subuh dari masjid terdengar salawat Asyghil yang baisa dilantunkan Bagas. Para pembunuh Bagas pun menjadi ketakutan dan menyadari Bagas masih hidup.
Semakin ketakutan mereka saat melihat dua orang rekannya yang telah sama-sama menewaskan Bagas malah mati secara mengenaskan. Sejak itulah, teror Bagas yang selalu mengendarai sepada dan membunyikan belnya menghantui penduduk kampung.
Dalam film ini, Dedy Mercy dinilai berhasil menyajikan film horor bernuansa baru. Meskipun sebelumnya ia dikenal sebagai seorang sineas yang biasa membuat film-film dalam banyak anggapan orang tidak berkualitas baik. Namun, karena keteguhannya mendengarkan kritik-kritik dari pemerhati film ia banyak melunasi kesalahan dan kekurangan di film-film selanjutnya.
Salah satunya melalui film Jin Khodam ini, ia membuang jauh-jauh kebiasannya dalam mengeluarkan banyak ragam jumpscares yang tak berkesudahan sepanjang film. Hasilnya ialah film Jin Khodam menjadi film horor lokal terbaik yang dirilis tahun ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Apa Tanda Haji Mabrur? Ini Ciri-cirinya Menurut Hadis Rasulullah
-
Bukan Hanya untuk Petualang, Perlengkapan Multifungsi Kini Jadi Bagian Gaya Hidup Urban
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Bilal Indrajaya Bawakan Konsep "Tribute to The Beatles", Nyanyikan Lagu Kesukaan Sang Anak
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni