SUARA BANDUNG BARAT - Banyak pria memimpikan mempunyai ukuran Mr.P yang panjang dan tahan lama di ranjang. Untuk menunaikan harapannya tersebut terkadang dilakukan dengan penggunaan obat-obatan, alat pembantu hingga operasi dan cara-cara tradisional seperti memijit area tertentu.
Ukuran yang pendek, memang membuat resah bagi kebanyakan laki-laki. Di Indonesia sendiri metode pijat Mr.P dipercaya akan membantu memanjangkan ukuran alat vital laki-laki tersebut.
Tetapi, teknik pemijatan alat vital pria tersebut atau selanjutnya lebih akrab dikenal dengan istilah Jelqing atau teknik pemijatan dengan meremas dan membelai agar aliran darah dapat mengalir ke ujung alat vital pria.
Teknik ini berasal dari Timur Tengah Kuno dan banyak diterapkan oleh pria yang ingin membesarkan alat vitalnya. Tetapi, menurut dr. Silvia dalam kanal YouTube Dokter 24 menyebut bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebut terbukti efektif untuk memanjang ukuran Penis.
Bahkan dikatakan, perangsangan berulang pada penis bisa menimbulkan trauma yang menyebabkan luka.
Pijat terhadap alat vital ini juga akan berdampak pada beberapa efek samping di antaranya: gatal, memar ringan, mati rasa dan pecahnya pembuluh vena serta bintik merah di sepanjang batang kelamin.
Jadi, sebenarnya bukan tentang masalah ukuran untuk memuaskan pasangan ada begitu beragam cara dan teknik untuk melakukannya.
Namun, jika Anda tetap berniat hendak melakukan pijit pada area vital, lebih baik dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter spesialis guna melihat dan mengukur dampak secara medisnya. (*)
Baca Juga: 4 Rekomendasi Tempat Makan di Sumedang dengan Menu Legendaris dan Harga Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026