-
Korea Selatan kalah 1-0 dari Afrika Selatan akibat keputusan mencadangkan kapten Son Heung-Min.
-
Pelatih Hong Myung-Bo mengakui kesalahan taktiknya setelah dihujani kritik tajam oleh media lokal.
-
Nasib kelolosan Korea Selatan kini bergantung pada hasil pertandingan grup lain hari Sabtu nanti.
Suara.com - Eksperimen ekstrem yang diterapkan pelatih Timnas Korea Selatan berakhir dengan kegagalan fatal saat tiket kelolosan babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi taruhannya.
Hong Myung-Bo memicu perdebatan sengit setelah secara mengejutkan mencoret kapten utama, Son Heung-Min, dari daftar sebelas pemain pertama.
Keputusan berani dalam laga penentu Grup A melawan Afrika Selatan pada Rabu tersebut menjadi momen perdana Son mengawali laga dari bangku cadangan sepanjang karier internasionalnya.
Imbasnya, Afrika Selatan berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 yang mengejutkan sekaligus mengunci posisi runner-up grup.
Hasil historis ini mengantarkan Afrika Selatan melenggang ke fase gugur untuk pertama kali, sementara skuad Taegeuk Warriors harus merosot.
Kini nasib Korea Selatan berada di ujung tanduk sembari menanti seluruh laga fase grup tuntas pada Sabtu mendatang.
Mereka hanya bisa berharap keajaiban untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik turnamen.
Kritik tajam langsung menghujani Hong Myung-Bo dari awak media dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan yang berakhir antiklimaks tersebut.
Para jurnalis lokal tanpa ragu menyebut performa tim sangat mengecewakan dan melabeli perombakan formasi itu sebagai kegagalan total.
Baca Juga: Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
Menanggapi tekanan publik, sang arsitek tim akhirnya mengakui kekeliruan strategi yang ia susun setelah melihat hasil akhir di lapangan.
“Dari segi proses dan persiapan pertandingan ini, serta cara kami bermain di lapangan, itu adalah hal yang sangat saya pikirkan,” ujar mantan kapten legendaris yang membawa Korea Selatan menembus semifinal Piala Dunia 2002 tersebut, dikutip dari ESPN, Kamis (25/6/2026).
"Tentu saja, jika kami tahu apa hasilnya, saya mungkin akan membuat pilihan yang berbeda," tambah Hong keputusannya.
Meskipun demikian, Hong berdalih bahwa keputusan menepikan bintang Tottenham Hotspur tersebut didasari oleh kalkulasi taktis tertentu.
"Tapi saya punya strategi dalam pikiran. Setiap kali hasil buruk seperti ini terjadi, setiap orang punya pendapatnya masing-masing. Hasil akhir memang tanggung jawab pelatih kepala. Pada akhirnya, semuanya ada di tangan saya," tegasnya.
Ia secara jantan pasang badan dan menegaskan bahwa seluruh hasil minor ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dirinya sebagai manajer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka