SUARA BANDUNG BARAT - Pasca ditetapkannya Rezky Aditya sebagai ayah biologis dari anaknya, Kekey oleh putusan Mahkamah Agung, Wenny Ariani merasa lega.
Wenny Ariani yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan pengakuan status anaknya secara hukum akhirnya berhasil.
Bagaimanapun apa yang dilakukan oleh Wenny Ariani adalah sebuah bentuk perjuangan yang harus ia lakukan agar Kekey benar-benar diakui sebagai anaknya Rezky Aditya.
Wenny menginginkan Rezky mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat atas dirinya, meski saat ini Rezky Aditya sudah memiliki Citra Kirana.
Bukan hanya itu, Wenny Ariani menuntut Rezky Aditya untuk gugatan hak nafkah yang harus Rezky keluarkan selama Kekey ada dalam pengurusan dirinya selama ini.
Tidak tanggung-tanggung, Wenny menuntut hak nafkah anaknya kepada Rezky Aditya sebanyak Rp7,5 milyar.
Wenny menyebutkan uang sebanyak itu berdasarkan kalkulasi dari mulai biaya hidup, biaya pendidikan, serta biaya kesehatan yang harus dikeluarkan semenjak kekey lahir sampai anak tersebut besar dan kini berusia 21 tahun.
Soal gugatan biaya hak nafkah tersebut dilontarkan Wenny melalui kuasa hukumnya, Ferry Aswan. Ferry menambahkan, angka tersebut ia masukan ke dalam gugatan, meski amar putusannya belum dibuat.
Tapi gugatan hak nafkah itu jelas harus dicantumkan karena ada konsekuensi yang harus diterima oleh Rezky Aditya sehubungan status Kekey yang diputuskan adalah anak biologisnya.
Baca Juga: Jangan Malu, Masturbasi Tidak Selamanya Berdampak Negatif
Bagaimanapun nafkah seorang anak wajib diberikan oleh seorang anak meskipun anak tersebut lahir di luar dari prosesi pernikahan dan nasabnya kepada ibu.
Selain masalah hak nafkah, Wenny Ariani pun bersikeras untuk kembali memperjuangkan Kekey agar bisa dipertemukan dengan Rezky Aditya sebagai ayah biologisnya agar kebenarannya benar-benar terungkap.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa