/
Minggu, 02 Juli 2023 | 08:03 WIB
Dedi Mulyadi (dpr.go.id)

SUARA BANDUNG BARAT - Politisi Partai Gerindra, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat agar tidak terkecoh dalam memilih pemimpin.

Terutama yang 'berkosmetik' pada pemilihan umum atau Pemilu yang bakal digelar pada tahun depan.

"Saya yakin orang Jawa Barat itu memilih (pemimpin) pakai rasa, pakai hati," kata Dedi Mulyadi, melalui sambungan telepon, mengutip ANTARA, Minggu (2/7/2023).

Ia mengajak agar masyarakat tidak terkecoh dengan calon pemimpin 'berkosmetik' atau mengedepankan pencitraan.

Terlebih, kini memasuki era di mana media sosial sangat berpengaruh, dan membuat banyak orang terlena oleh pencitraan.

"Saya yakin orang Jawa Barat itu memilih pakai rasa dan hati. Saya juga yakin orang Jawa Barat akan memilih pemimpin otentik, dan sudah terbukti dari dulu (selalu pilih Prabowo)," katanya.

Ia menyebutkan kalau sosok Prabowo adalah pemimpin yang apa adanya, tidak pernah dibuat-buat.
Tak seperti sekarang ini di era media sosial, orang banyak bersolek agar terlihat cantik.

"Pemimpin otentik itu adalah pemimpin yang apa adanya tidak direka-reka, tidak berkosmetik, dia tampil apa adanya seperti dirinya," kata Dedi.

Dedi Mulyadi mengatakan, banyak orang yang tidak tahu sejumlah kebaikan yang telah dilakukan oleh Prabowo karena tak pernah diumbar.

Baca Juga: Barcelona Ingin Datangkan Arda Guler, Segini Harga yang Blaugrana Tawarkan!

Bahkan Prabowo ikhlas dengan berbagai serangan dan fitnah tanpa melakukan balasan.

"Itulah pemimpin yang otentik. Negeri ini perlu pemimpin otentik agar negeri ini punya integritas," katanya.

Bagi Dedi, Prabowo adalah sosok pemimpin yang memiliki tiga sifat istimewa. Pertama, Prabowo yang juga Menteri Pertahanan itu adalah sosok penyayang.

Hal tersebut dibuktikan dari orang yang ada disekitarnya mulai dari ajudan, tukang sapu, pengurus kuda hingga tetangganya.

Sifat kedua, kata Dedi, Prabowo sosok yang ikhlas. Prabowo selama ini tidak pernah mengkapitalisasi membangun pencitraan di media sosial.

Sehingga, publik selama ini kurang mengetahui bagaimana Prabowo bersikap ikhlas menghadapi berbagai tuduhan.

Load More