Suara Bandung Barat - Lagu horor, siapa yang tak mengenal Payung Teduh, band Indie Indonesia yang terbilang cukup sukses meraup banyak pendengar dengan lagu-lagunya yang puitis?.
Dibilang puitis karena banyak lagu dari Payung Teduh yang menghipnotis banyak telinga, ditambah dengan alunan seperti lagu-lagu keroncong.
Sebut saja beberapa lagu yang sempat viral beberapa waktu seperti Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, Akad hingga lagu Resah.
Namun, ternyata ada kisah pilu dari lagu Resah milik Payung Teduh yang dianggap memiliki kisah mistis dan horornya sendiri.
Bagi para penggemar lagu folk ala-ala Payung Teduh, barangkali sudah tak asing mendengar lagu Resah ini.
Namun, ternyata lagu ini terbilang cukup mistis terutamanya karena mengandung lirik yang terbilang aneh-alias akan membuat yang mendengar mengerinyitkan dahi, keheranan.
Terutama dalam bagian brigde-nya mengundang alis dan bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan lirik tersebut. Lirik itu berbunyi :
Aku menunggu dengan sabar
Di atas sini melayang-layang
Tergoyang angin menantikan tubuh itu
Banyak yang berasumsi jika lagu tersebut mengisahkan tentang seorang yang ditemui oleh personel Payung Teduh saat naik gunung yang bunuh diri.
Baca Juga: Diomelin Onana, Nasib Harry Maguire Terancam di Manchester United
Tak heran jika liriknya terdapat kata-kata "melayang-layang" mengkonotasikan seorang yang tengah dengan sabar menanti tubuhnya untuk segera diturunkan, setelah gantung diri.
Walaupun ternyata warta tersebut hanya asumsi dan isu yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, lagu tersebut memiliki alunan musik yang syahdu dan dapat nikmat untuk dinikmati. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta