/
Rabu, 06 September 2023 | 14:13 WIB
Sering Keputihan di Area Kelamin? Duh Jangan Disepelakan, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini! Simak Penjelasan Dokter Ahli (Unsplash/Timothy Meinberg)

SUARABANDUNGBARAT - Sering Keputihan di Area Kelamin? Duh Jangan Disepelakan, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini! Simak Penjelasan Dokter Ahli

Keputihan pada area kelamin adalah masalah umum yang sering dialami oleh wanita, dan seringkali dianggap tabu untuk dibahas.

Namun, keputihan bukanlah sesuatu yang seharusnya diabaikan, karena bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Dilansir dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, simak bahasan tentang keputihan pada wanita, tanda-tandanya, penyebabnya, serta saran dari seorang dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.

Apa itu Keputihan pada Area Kelamin?

Keputihan pada area kelamin adalah kondisi di mana wanita mengalami keluarnya cairan dari vagina. Ini adalah kondisi yang sangat umum dan sering dialami oleh sebagian besar wanita. Dokter Natasha Prameswari, seorang spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan bahwa hampir 70% wanita mengalami keputihan pada suatu titik dalam hidup mereka, dan 40% dari mereka bahkan mengalami keputihan berulang.

Tanda dan Gejala Keputihan

Tanda dan gejala keputihan yang sering dialami wanita meliputi:
- Cairan putih seperti susu atau tahu dari vagina.
- Rasa terbakar pada vagina.
- Rasa gatal pada area kelamin.
- Kulit area kelamin yang merah.

Penyebab Keputihan

Baca Juga: Bunda Hati-hati, Banyak Keputihan Adalah Tanda Penyakit Klamidia? Dokter Ahli Beberkan Ciri-cirinya

Keputihan pada umumnya disebabkan oleh spesies candida albicans, jamur yang biasanya ada di dalam tubuh manusia. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan, seperti kehamilan, obesitas, dan kondisi medis tertentu seperti diabetes.

Pengobatan dan Pencegahan

Dalam pengobatan keputihan, dokter dapat memberikan terapi empiris, yang sering kali mencakup obat anti-jamur. Pengobatan dapat diberikan dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam vagina atau dalam bentuk obat oral. Pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes Koh atau tes kultur jamur, juga dapat dilakukan jika diperlukan.

Pencegahan keputihan melibatkan menjaga kebersihan area kelamin dengan baik. Ini meliputi membersihkan daerah vulva dan vagina secara rutin, mengganti pembalut lebih sering selama menstruasi, dan menghindari pemakaian pentyliner atau pakaian ketat yang tidak menyerap keringat. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat dan menjaga berat badan dalam batas normal juga dapat membantu mengurangi risiko keputihan berulang.

Dokter Natasha Prameswari menyarankan bahwa jika Anda mengalami keputihan yang berkelanjutan atau mengalami gejala yang mengganggu, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi. (*)

Load More