SUARABANDUNGBARAT - Sering Keputihan di Area Kelamin? Duh Jangan Disepelakan, Bisa Jadi Terkena Penyakit Ini! Simak Penjelasan Dokter Ahli
Keputihan pada area kelamin adalah masalah umum yang sering dialami oleh wanita, dan seringkali dianggap tabu untuk dibahas.
Namun, keputihan bukanlah sesuatu yang seharusnya diabaikan, karena bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.
Dilansir dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, simak bahasan tentang keputihan pada wanita, tanda-tandanya, penyebabnya, serta saran dari seorang dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Apa itu Keputihan pada Area Kelamin?
Keputihan pada area kelamin adalah kondisi di mana wanita mengalami keluarnya cairan dari vagina. Ini adalah kondisi yang sangat umum dan sering dialami oleh sebagian besar wanita. Dokter Natasha Prameswari, seorang spesialis Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan bahwa hampir 70% wanita mengalami keputihan pada suatu titik dalam hidup mereka, dan 40% dari mereka bahkan mengalami keputihan berulang.
Tanda dan Gejala Keputihan
Tanda dan gejala keputihan yang sering dialami wanita meliputi:
- Cairan putih seperti susu atau tahu dari vagina.
- Rasa terbakar pada vagina.
- Rasa gatal pada area kelamin.
- Kulit area kelamin yang merah.
Penyebab Keputihan
Baca Juga: Bunda Hati-hati, Banyak Keputihan Adalah Tanda Penyakit Klamidia? Dokter Ahli Beberkan Ciri-cirinya
Keputihan pada umumnya disebabkan oleh spesies candida albicans, jamur yang biasanya ada di dalam tubuh manusia. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya keputihan, seperti kehamilan, obesitas, dan kondisi medis tertentu seperti diabetes.
Pengobatan dan Pencegahan
Dalam pengobatan keputihan, dokter dapat memberikan terapi empiris, yang sering kali mencakup obat anti-jamur. Pengobatan dapat diberikan dalam bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam vagina atau dalam bentuk obat oral. Pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes Koh atau tes kultur jamur, juga dapat dilakukan jika diperlukan.
Pencegahan keputihan melibatkan menjaga kebersihan area kelamin dengan baik. Ini meliputi membersihkan daerah vulva dan vagina secara rutin, mengganti pembalut lebih sering selama menstruasi, dan menghindari pemakaian pentyliner atau pakaian ketat yang tidak menyerap keringat. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat dan menjaga berat badan dalam batas normal juga dapat membantu mengurangi risiko keputihan berulang.
Dokter Natasha Prameswari menyarankan bahwa jika Anda mengalami keputihan yang berkelanjutan atau mengalami gejala yang mengganggu, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
5 Lipstik Pinkish Brown Manis, Cocok untuk Semua Skin Tone
-
4 Rekomendasi Destinasi Wisata di Babakanmadang Bogor, Pas Buat Healing dan Bikin Hati Adem
-
Reaksi Eca Aura Kepergok Simpan Tabung Diduga Whip Pink, Panik?
-
Fakta-fakta Penemuan Bayi Laki-Laki di Kolong Meja Warung Gorengan di Lumajang
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka