SUARA BANDUNG BARAT - DJ Verny Hasan mengakui, bahwa dirinya sudah menyiapkan dua rumah sakit di Singapura untuk tes DNA Denny Sumargo.
Kabar tersebut, disampaikan langsung Verny Hasan melalui postingan di Instagram milik pribadi, akun @dj.vernyhasan, pada Jumat, (8/9/2023).
Dalam postingan itu, Verny Hasan menunjukkan video saat kuasa hukumnya, Jeffery Simatupang sedang diwawancara untuk sebuah podcast.
"Emang nggak salah pilih pengacara, good job bang. Matur suwun, @jefferysimatupang. Dah dijawab semuanya, ya. Kita lakukan di Singapura dua rumah sakit agar fair, biar nggak dituduh aneh-aneh," demikian tuli Verny Hasan.
Dalam kesempatan itu, Verny Hasan juga mengungkapkan, akun Instagram pribadinya yang lain sedang diretas akibat perseteruan dengan Denny Sumargo.
"Akun saya ke hack, dan ini sudah ada jawaban dari saya ya. Sudah saya post kemarin di IG pribadi saya, tapi malah ke-hack, entah ke-hack apa di-report lah sama netizen-netizen ini, intinya kita selesaikan, tengkyu," kata dia.
Sayang, Verny Hasan menutup kolom komentar pada postingan tersebut, sehingga tidak ada sama sekali publik yang menanggapinya.
Sebelumnya, Denny Sumargo sudah menyerah pilihan rumah sakit pada Verny Hasan, tetapi sang DJ rupanya merasa kebingungan.
"Dia bilang, 'saya nggak tahu rumah sakit yang bagus," kata Denny Sumargo mengutip cuplikan video di TikTok @viraldikonoha.
Baca Juga: 4 Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan, Nomor 2 Tidak Disangka, Ini Lengkapnya
Denny Sumargo pun berbaik hati dan merekomendasikan rumah sakit yang dirasa memiliki kredibilitas tinggi.
"Dia bilang 'aku nggak tahu, menurut kamu bagus nggak?, menurut saya ini yang kredibilitasnya tinggi, saya juga nggak kenal dokternya," ucap Denny Sumargo.
Namun, ada hal yang membuat Denny Sumargo kesal dengan sikap Verny Hasan, dikarenakan seolah tak mau tahu.
"Kau pikir hidup saya, hobi saya tes DNA?," kata Denny Sumargo. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026