SUARA BANDUNG BARAT - Johannes Uys merupakan dokter dari Broadgate General Practice menyebut, ada tiga gejala yang muncul kerap kali dikaitkan dengan cuaca panas.
Padahal ketiga gejala ini juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan. Sebagaimana melansir laman Express, Uys menyarankan agar orang tidak abai dengan ketiga gejala ini bisa muncul di saat cuaca panas.
1. Lelah
Rasa lelah yang terus menerus atau terasa semakin berat, mungkin bukan disebab oleh cuaca panas, melainkan suatu masalah kesehatan seperti anemia, gangguan tiroid, atau infeksi tertentu.
"Bila Anda merasa terus-terusan lelah, atau rasa lelah semakin memburuk secara progresif, sebaiknya berpikir untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional," kata dr Uys.
Pada kasus gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, misalnya kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup.
Padahal, hormon ini berperan dalam meregulasi metabolisme dan produksi energi dalam tubuh.
2. Sakit Kepala
Paparan cuaca yang panas juga dapat membuat banyak orang merasa pusing atau sakit kepala.
Baca Juga: JANGAN DIKOREK, Ini Cara Terbaik Membersihkan Telinga Menurut Saran Dokter
Namun, sakit kepala yang terasa sangat berat atau muncul secara berulang kemungkinan bukan disebabkan cuaca panas.
Menurut dr Uys, keluhan sakit kepala yang berat atau berulang bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan, yang lebih serius dari sekadar cuaca panas.
Beberapa di antaranya adalah sinusitis dan tekanan darah tinggi.
"Peningkatan tekanan dan stres pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di otak, bisa memicu sakit kepala yang hebat," sebut dr Uys.
Di samping itu, Uys mengatakan, cuaca yang panas juga dapat memicu peningkatan tekanan darah.
Hal ini bisa terjadi, karena tubuh kerap merespons panas dengan cara melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit.
"Hal itu menyebabkan aliran darah ke kulit meningkat, dan pembuluh darah di beberapa bagian tubuh lain bisa sedikit menyempit, (sehingga tekanan darah meningkat)," katanya.
Udara yang panas dan lembap bisa membuat orang merasa sedikit lebih sulit untuk bernapas.
Namun, kesulitan bernapas seperti sesak napas tidak selalu berkaitan dengan cuaca panas.
Keluhan sesak napas bisa dipicu oleh beberapa masalah pernapasan yang serius. Sebagian di antaranya adalah asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
"Bila kesulitan bernapas terasa berat atau terus menerus, perlu ada penanganan medis," kata dr Uys. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama