SUARA BANDUNG BARAT - Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesia, Salma Salsabil kini menjadi sorotan publik.
Bagaimana tidak, rupanya Salma Salsabil mengubah lirik lagu ciptaan Didi Kempot 'Stasiun Balapan' dengan menggunakan kata umpatan.
Sontak penggemar mendiang Didi Kempot melempari hujatan kepada Salma Salsabil, disebut penyanyi tidak beretika.
Dalam video yang beredar di media sosial, Salma menyanyikan lagu Stasiun Balapan dan mengganti lirik yang seharusnya 'koe karo aku' menjadi 'kowe karo asu'.
Setelah menyanyikan lirik tersebut, Salma pun berpura-pura kabur ke panggung. Penggantian lirik yang dilakukan Salma pun memicu beragam reaksi.
Seperti dilansir dari postingan akun @lambe_turah, akun fanbase Didi Kempot @sadboisgariskeras menyindir tindakan Salma Salsabil.
"Kemarin-kemarin agak lama ada (penyanyi), yang hobinya improve lirik semaunya sendiri, ini malah ditambahin dengan umpatan pakai mic. Bagus banget penyanyi saiki, hehe," demikian tulis akun @sadboigariskeras.
Akun fanbase Didi Kempot lainnya, @pusakaindonesiaofficial, juga tak terima dengan cara Salma Salsabil menyanyikan lagu tersebut.
"Kami selaku keluarga almarhum Didi Kempot tidak terima atas pengganti lirik lagu yang dilakukan oleh @salmasalsabil12. Saya mohon kepada (Salma) segera menghubungi istri almarhum Didi Kempot, yakni @yanvellia_didikempotmanagement," demikian tulis akun tersebut.
Baca Juga: Jelang MotoGP India 2023: LCR Honda Perpanjang Kontrak Takaaki Nakagami
Sementara itu, istri mendiang Didi Kempot menilai Salma Salsabil telah merusak makna lagu 'Stasiun Balapan' tersebut.
"Parah. Kami menjaga, Anda merusak," ucap Yan Vellia.
Bahkan, publik menilai tindakan Salma Salsabil memang dinilai sudah kelewatan karena menggunakan kata kasar. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7
-
Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY
-
Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
-
Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun