Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:59 WIB
Iustrasi Kilang Minyak. [Pexels]
  • Harga minyak mentah dunia naik empat hari berturut-turut pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026.
  • Kenaikan dipicu ketidakpastian pasokan akibat perbedaan klaim operasional Selat Hormuz antara Tehran dan Washington.
  • Dampak situasi ini membuat Irak menyiapkan jalur ekspor alternatif dan perusahaan China mengalihkan pengiriman.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik pada perdagangan Rabu (19/8/2026) pagi.

Kenaikan yang terjadi selama empat hari berturut-turut ini dipicu oleh ketidakpastian pasokan akibat perbedaan klaim antara Tehran dan Washington mengenai status operasional Selat Hormuz.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen atau 0,29 persen menjadi 91,28 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 37 sen menjadi 85,31 dolar AS per barel.

Kedua instrumen tersebut sebelumnya ditutup pada level tertinggi sejak akhir Juli seiring memudarnya prospek perdamaian antara AS dan Iran.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran dan mengklaim Selat Hormuz tetap terbuka. Pernyataan tersebut membantah klaim Iran yang menyatakan jalur pelayaran vital tersebut masih ditutup.

Menanggapi ketidakpastian di Selat Hormuz, pemerintah Irak menyetujui mekanisme baru ekspor minyak mentah melalui jalur alternatif dan kerja sama perusahaan internasional yang akan berlaku selama tiga bulan mulai 1 September.

Selat Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz [Rusen dengan penyesuaian oleh Suara.com]

Di sisi lain, dua raksasa pelayaran China dilaporkan telah menghentikan pengiriman kapal tanker melalui Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb, serta mengalihkan pengambilan muatan ke luar kawasan Teluk.

Dari sisi persediaan, data industri dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan stok minyak mentah dan distilat di AS pada pekan lalu.

Analis memperkirakan laporan resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA) akan mencatat penurunan stok minyak mentah sekitar 600.000 barel untuk pekan yang berakhir 14 Agustus.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com