SUARA BANDUNG BARAT - Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat siap menjajaki peluang kerja sama dengan investor asal Kanada untuk menanggulangi masalah sampah.
Selepas kebakaran melanda Tempat Pembuatan Akhir (TPA) Sarimukti yang sekarang ini padam, masalah sampah masih jadi perhatian Pemda Kabupaten Bandung Barat.
Konsorsium perusahaan asal Kanada berencana membuat teknologi pengolahan sampai menjadi energi biogas dan listrik.
Pengolahan sampah menjadi bahan bakar ini dinilai sebagai langkah inovatif untuk mengurangi penumpukan limbah rumah tangga.
Sebagai informasi, jatah pengiriman sampah wilayah Bandung Barat ke TPA Sarimukti semakin menipis.
Berkaitan ini, solusi konkret dari pemerintah sangat dinantikan, sebab masih ada 800 ton sampah menumpuk di beberapa wilayah belum terangkut.
Di tengah status darurat sampah menyusul kebakaran TPA Sarimukti, Bandung Barat hanya mendapat kuota pengiriman sampah sebanyak 588 ritase.
Akan tetapi, di mulai per 1 Oktober 2023, jatah pembuangan sampah di KBB tinggal 56 ton lagi atau setara 20 ritase.
"Kami sudah MoU dengan perusahaan asing. Ini akan menjadi solusi persoalan sampai di Bandung Barat. Intinya, mereka akan jadikan sampah jadi bahan bakar," kata Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif seperti dilansir dari AyoBandung.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2023, Marc Marquez Bicara Peluang Podium
Kebutuhan yang diperlukan industri pengolahan sampah asal Kanada ini mencapai 1.500 ton per harinya.
Angka ini, tentu saja melebihi produksi sampah yang dihasilkan di Bandung Barat, yakni 150 ton per hari.
Adapun, untuk menutupi kebutuhan tersebut akan dipenuhi oleh daerah lainnya, seperti Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Bandung.
Arsa pun berharap dengan adanya industri pengolahan sampah ini tidak ada lagi skema penanggulangan secara open dumping di Sarimukti.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji mengatakan, penjajakan kerja sama itu akan ditindaklanjuti dengan survei kesiapan lahan.
Sebab, dikatakan Ibrahim Aji, investasi penanganan sampah tersebut membutuhkan tanah sedikitnya 10 hektar.
"Nanti mereka akan datang ke kita sekitaran bulan Oktober, untuk melihat kesiapan administrasi lanjutan serta lokasi lahan paling ideal. Baru nanti dijadwalkan kapan infrastruktur dibangun," katanya. (*)
Berita Terkait
-
Kelebihan dan Kekurangan Rockwool sebagai Media Tanam Tanaman Hias selain Tanah, Salah Satunya soal Nutrisi
-
Catat! Ini Cara Merawat Tanaman Hias Adenium yang Benar agar Cepat Berbunga, Poin 5 Jarang Diperhatikan
-
Apa Itu Anggrek? Kenali Lebih Jauh tentang Anggrek yang Menjadi Salah Satu Tanaman Hias Populer sebelum Memeliharanya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali